Rekomendasi Harga Minyak 18 Februari 2026 : Mengawasi Perkembangan Geopolitik dan Pergerakan Dolar AS

131

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup turun ke level terendah dalam 2 minggu tertekan penguatan dolar AS.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup turun 0,89% pada $62,40 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 1,79% pada $67,42 per barel.

Pelemahan harga minyak terpicu kenaikan indeks dolar AS ke level tertinggi dalam 1 minggu.

Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran mereda pada hari Selasa dan menekan harga minyak mentah setelah Iran mengatakan telah mencapai “kesepakatan umum” dengan AS mengenai kesepakatan nuklir yang akan mencabut sanksi terhadap Iran dan mengurangi risiko perang di Timur Tengah.

Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders Desember AS yang diindikasikan menurun.
Juga akan dirilis data Building Permits November-Desember AS yang diperkirakan meningkat, dan data Housing Starts November-Desember AS yang diperkirakan menurun.

Juga akan ada rilis risalah pertemuan The Fed bulan Januari.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun jika pengauatan dolar AS berlanjut dan ketegangan AS-Iran mereda. Juga jika rilis risalah pertemuan The Fed mendukung penahanan pemangkasan suku bunga, dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga minyak. Namun jika data ekonomi AS terealisir turun dan menekan dolar AS, akan dapat menguatkan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $61,42-$60,51. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $63,69-$65,05.