IHSG Jumat Siang Melemah ke Level 8.261; Konsolidasi di Rentang Terbatas

62
Vibizmedia Picture

Ihsg(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (20/2), terpantau melemah 12,927 poin (0,16%) ke level 8.261,153 setelah dibuka naik ke level 8.310,307.

IHSG bergerak konsolidasi di dua zona, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dipimpin Kospi yang mencetak rekor kembali di antara meningkatnya tensi geopolitik Iran, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dalam koreksi walau terbatas.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,29% atau 49 poin ke level Rp 16,879 dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menanjak 2 hari di sesi global sebelumnya; bertengger sekitar 1,5 minggu tertingginya oleh data ekonomi AS sisi klaim pengangguran yang berkurang dan menunjukkan ekonomi AS yang stabil.

 

Rupiah rebound dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.928, serta terpantau bangkit dari koreksi sebelumnya selama 4 hari pada sekitar sebulan terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 36,226 poin (0,44%) ke level 8.310,307. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,760 poin (0,33%) ke level 837,040. Siang ini IHSG melemah 12,927 poin (0,16%) ke level 8.261,153. Sementara LQ45 terlihat flat 0,0% atau 0,001 poin ke level 834,270.

Tercatat saat ini sebanyak 252 saham naik, 402 saham turun dan 161 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,16%, dan Hang Seng yang turun 0,52%.

 

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini berlanjut konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dipimpin Kospi yang mencetak rekor kembali di antara meningkatnya tensi geopolitik Iran.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih akan berkonsolidasi sementara, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 9.058. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,742 dan bila tembus ke level 7,481.

 

 

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group