(Vibiznews-Forex) – Usaha aussie dolar dalam pair AUDUSD melaju ke tertinggi 3 tahun pada perdagangan forex sesi Asia hari Senin (23/2/2026) terhadang oleh lemahnya sentimen perdagangan aset risiko merespon kenaikan tarif Trump.
Perdagangan aset risiko terbebani oleh kekhawatiran perang dagang dan konflik AS-Iran, sehingga memicu pembelian aset safe haven yang liquid seperti komoditas emas.
Sentimen safe haven terangkat setelah akhir pekan lalu Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa tarif global akan naik dari 10% menjadi 15%, setelah Mahkamah Agung membatalkan sebagian besar langkah perdagangan sebelumnya.
Menteri Perdagangan Australia Don Farrell mengatakan negara itu secara aktif meninjau opsi-opsinya, berkoordinasi dengan kedutaan di Washington untuk mengevaluasi dampak potensial sambil menegaskan kembali komitmen negara terhadap perdagangan bebas dan adil.
Sementara itu awal sesi menguat oleh kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Maret meningkat, menyusul data domestik yang lebih kuat dan sinyal yang lebih agresif dari para pembuat kebijakan.
Secara teknikal pair meluncur menuju posisi support lemah dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi lanjut menuju support lanjutan.
Kini pair berada di 0.7070 yang turun ke posisi 0.7064 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi support kuatnya di S1.
Namun jika tidak tembus 0.7040, pair berbalik dan mendaki ke posisi tertinggi di 0.7093, dan jika tembus akan mendaki ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7192 | 0,7150 | 0,7115 | 0,7064 | 0,7033 | 0,6985 | 0,6954 |



