Rekomendasi Harga Kakao 25 Februari 2026 : Masih Tertekan Peningkatan Pasokan

154

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun pada hari Selasa, tebebani peningkatan pasokan.

Harga kakoa berjangka kontrak Maret 2026 berakhir turun 0,23% pada $2.997 per ton.

Harga kakao berada di tengah tren penurunan selama tujuh minggu, dengan harga kakao New York kontrak berjangka terdekat mencatatkan harga terendah dalam 2,75 tahun terakhir pada hari Jumat lalu di tengah pasokan global yang kuat dan permintaan yang lesu.

Pada 29 Januari, StoneX memperkirakan surplus kakao global sebesar 287.000 MT pada musim 2025/26 dan surplus 267.000 MT untuk 2026/27. Selain itu, Organisasi Kakao Internasional (ICCO) melaporkan pada 23 Januari bahwa stok kakao global naik +4,2% y/y menjadi 1,1 juta MT.

Para pembeli kakao internasional enggan membayar harga resmi di tingkat petani untuk biji kakao di Pantai Gading dan Ghana, sehingga menambah tekanan pada harga kakao, karena harga di tingkat petani jauh di atas harga dunia saat ini. Kurangnya pembeli meningkatkan pasokan karena persediaan kakao ICE naik ke level tertinggi dalam 5,5 bulan menjadi 2.137.148 karung pada hari Selasa.

Malam hari ini akan ada pernyataan dari pejabat Fed Barkin dan Musalem.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao masih tertekan dibayangi peningkatan pasokan. Harga kakao juga akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika menguat, akan menekan harga kakao. Namun jika pernyataan pejabat Fed hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga kakao. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $2.987-$2.977. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $3.017-$3.037.