(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (6/3), terpantau merosot tajam 201,436 poin (2,61%) ke level 7.509,101 setelah dibuka turun ke level 7.639.708.
IHSG bergerak terkoreksi tajam ke 5 minggu terendahnya setelah rebound kemarin, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah melejitnya harga minyak dunia oleh konflik Timur Tengah yang terus berlangsung, serta mencermati Wall Street yang ketiga Indeks nya berakhir dalam koreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,21% atau 35 poin ke level Rp 16.915, dengan dollar AS di pasar uang Asia terkoreksi setelah menanjak naik di sesi global sebelumnya; berkisar di bawah 6 minggu terkuatnya didorong permintaan safe haven oleh berlanjutnya konflik perang di Timur Tengah.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.880, serta terpantau tertekan di sekitar area 2 minggu terlemahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 70,829 poin (0,92%) ke level 7.693.708. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,610 poin (0,20%) ke level 786,210. Siang ini IHSG melemah tajam 201,436 poin (2,61%) ke level 7.509,101. Sementara LQ45 terlihat turun 2,37% atau 18,710 poin ke level 769,110.
Tercatat saat ini sebanyak 97 saham naik, 645 saham turun dan 69 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street berakhir dengan serempak ketiga indeks acuannya terkoreksi dipimpin turunnya saham Boeing dan Caterpillar oleh kekhawatirpan akan melemahnya ekonomi global. Sedangkan, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,05%, dan Hang Seng yang menanjak 1,85%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini balik terkoreksi ke 5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah melejitnya harga minyak dunia oleh konflik Timur Tengah yang terus berlangsung, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih tertekan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.133 dan 8.245. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,481 dan bila tembus ke level 7,344.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



