Rekomendasi Harga Emas 20 April 2026 : Dapat Turun Akibat Kenaikan Dolar AS dan Harga Minyak

176

(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir naik pada hari Jumat, terdukung penurunan indeks dolar AS.

Harga emas spot berakhir naik 0,86% pada $4.831,99 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Juni 2026 berakhir naik 1,48% pada $4.879,6 per ons.

Lihat : Harga Beli Emas Antam Hari ini Senin 20 April 2026, Merosot Rp44.000; Harga Buyback Merosot Rp41.000

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi global pada hari Jumat juga mendukung harga logam mulia.

Demikian juga penurunan harga minyak mentah sebesar 11% pada hari Jumat ke level terendah dalam 5 minggu meredakan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong bank sentral dunia untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar, yang merupakan faktor positif bagi logam mulia.

Namun kenaikan harga emas masih dikurangi kenaikan indeks S&P 500 pada hari Jumat ke level tertinggi sepanjang masa yang baru, yang mengurangi permintaan logam mulia sebagai aset safe-haven.

Selain itu, pengumuman Iran pada hari Jumat bahwa Selat Hormuz sekarang sepenuhnya terbuka untuk pelayaran komersial merupakan langkah besar menuju pengakhiran perang dan mengurangi permintaan logam mulia sebagai aset safe-haven.

Namun di akhir pekan perkembangan terjadi, pada hari Sabtu, Iran menutup kembali Selat Hormuz setelah pada hari Jumat dibuka, dengan alasan angkatan laut AS masih memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Perkembangan juga terjadi hari Minggu, dimana sebuah kapal Angkatan Laut AS menembak dan melumpuhkan kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman sebelum Marinir menaiki dan menyita kapal tersebut, kata Presiden Donald Trump pada hari Minggu.

“Awak kapal Iran menolak untuk mendengarkan, jadi kapal Angkatan Laut kita menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan membuat lubang di ruang mesin,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

“Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut,” tambah Trump.

Penyitaan ini merupakan peningkatan blokade dan terjadi setelah Iran menembaki kapal-kapal komersial yang mencoba melintasi Selat Hormuz pada Minggu pagi. Selat tersebut terletak di antara Teluk Oman dan Teluk Persia.

Ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz dapat menguatkan indeks dolar AS dan menaikkan harga minyak, yang dapat menekan harga emas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan, harga emas dapat bergerak turun dengan penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak. Peningkatan harga minyak dapat memicu kenaikan inflasi, yang mendorong bank sentral global akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga, faktor bearish bagi harga emas.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.771-$4.711. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.889-$4.947.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.729-$4.673. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.936-$4.993.