IHSG Senin Pagi Menguat Terbatas ke Level 7.638; Regional Dibuka Bias Menguat, Mencermati Tensi Geopolitik

150
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (20/4), terpantau menguat terbatas 4,397 poin (0,06%) ke level 7.638,401setelah dibuka naik ke level 7.659.322.

IHSG bergerak dibuka dalam konsolidasi di dua zona, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat di tengah investor mencermati tensi baru konflik Timur Tengah dengan insiden kapal Iran di Selat Hormuz, dan melihat peluang pembicaraan diplomasi AS-Iran ronde kedua di Pakistan, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan dengan gain signifikan.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih flat dengan menguat tipis 0,01% atau 1 poin ke level Rp 17.184, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak perlahan setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; bergerak rally bertahap di tengah naiknya tensi perang dengan tertutupnya lagi Selat Hormuz, serta investor memilih dollah sebagai safe haven.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.185, serta terpantau masih di sekitar level rekor terendahnya yang terakhir.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 25,318 poin (0,33%) ke level 7.659.322. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,830 poin (0,24%) ke level 760,7000. Pagi ini IHSG menguat terbatas 4,397 poin (0,06%) ke level 7.638,401. Sementara LQ45 terlihat turun 0,06% atau 0,480 poin ke level 758,390.

Tercatat saat ini sebanyak 287 saham naik, 262 saham turun dan 178 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada akhir pekan lalu dengan kompak menguat secara signifikan di tengah berita bahwa Selat Hormuz sudah terbuka dan harapan segera berakhirnya perang Timur Tengah. Dow Jones berakhir naik 1,79%, S&P 500 menguat 1,20%, serta Nasdaq menanjak 1,52%. Nasdaq rally 13 hari, merupakan rally terpanjangnya sejak 1992. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,96%, dan Hang Seng yang naik 0,25%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam konsolidasi rentang terbatas, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat di tengah investor mencermati tensi baru konflik Timur Tengah dengan insiden kapal Iran di Selat Hormuz, dan melihat peluang pembicaraan AS-Iran ronde kedua di Pakistan, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan dengan gain signifikan.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih konsolidasi dan sempat di dua zona, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.898 dan 8.247. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,118 dan bila tembus ke level 7,019.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group