(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (27/4), terpantau rebound cukup signifikan 86,436 poin (1,21%) ke level 7.215,926 setelah dibuka naik ke level 7.183.040.
IHSG bergerak rebound dari level 2,5 minggu terendahnya searah dengan regional, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias menguat dengan Nikkei dan Kospi mencetak rekor baru di antara investor mengenyampingkan tensi konflik Timur Tengah, dengan batalnya perundingan diplomasi AS-Iran yang mengangkat lagi harga minyak mentah dunia, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan dengan dua indeksnya mencatat rekor tertinggi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih flat dengan menguat terbatas 0,01% atau 2 poin ke level Rp 17.273, dengan dollar AS di pasar uang Asia agak melandai setelah melemah di sesi global sebelumnya; bergerak tertahan setelah minggu lalu membukukan gain mingguan di tengah tertekannya sentimen risiko investor yang mengangkat dollar sebagai safe haven.
Rupiah melandai dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.275, serta terpantau masih di sekitar area rekor terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 53,550 poin (0,75%) ke level 7.183.040. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,320 poin (0,34%) ke level 693,080. Pagi ini IHSG menguat 86,436 poin (1,21%) ke level 7.215,926. Sementara LQ45 terlihat naik 0,47% atau 3,220 poin ke level 693,980.
Tercatat saat ini sebanyak 397 saham naik, 171 saham turun dan 153 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada akhir pekan lalu dengan dua indeks acuannya membukukan rekor tertingginay dipicu oleh kenaikan saham Intel dan sektor teknologi lain dari rilis laporan keuangan yang kuat. Dow Jones berakhir turun tipis 0,16%, S&P 500 menguat 0,80%, serta Nasdaq melonjak 1,63%. S&P dan Nasdaq mencatat rekor tertinggi baru. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,23%, dan Hang Seng yang naik 0,10%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bangkit dari level 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya bias menguat dengan Nikkei dan Kospi mencetak rekor baru di antara investor mengenyampingkan tensi konflik Timur Tengah, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan dengan mencatat rekor tertinggi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan pada rebound-nya walau agak terbatas, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.578 dan 7.773. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,917 dan bila tembus ke level 6,838.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



