IHSG Selasa Pagi Melemah 0.7% ke Level 7.058; Tiga Minggu Terendahnya, Searah Regional

152
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini (28/4), terpantau melemah 48,071 poin (0,68%) ke level 7.058,449 setelah dibuka naik ke level 7.124.958.

IHSG bergerak di dua zona dan terkoreksi ke level 3 minggu terendahnya searah dengan regional, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias melemah di tengah investor mencerna perkembangan negosiasi AS-Iran dan masih tingginya harga minyak mentah dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan dua indeksnya kembali mencatat rekor tertinggi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,19% atau 32 poin ke level Rp 17.222, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; bergerak terbatas di tengah ketidakpastian negosiasi dan akhir perang Iran serta menjelang pertemuan the Fed dan bank sentral global lain minggu ini.

Rupiah melandai dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.190, serta terpantau terkoreksi dari rebound dua hari sebelumnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 18,438 poin (0,26%) ke level 7.124.958. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,760 poin (0,26%) ke level 688,500. Pagi ini IHSG melemah 48,071 poin (0,68%) ke level 7.058,449. Sementara LQ45 terlihat turun 0,65% atau 4,470 poin ke level 682,270.

Tercatat saat ini sebanyak 259 saham naik, 375 saham turun dan 170 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi dengan dua indeks acuannya membukukan rekor tertingginya walau pergerakan terbatas karena terhentinya negosiasi AS-Iran dan harga minyak masih tetap tinggi. Dow Jones berakhir turun tipis 0,13%, S&P 500 menguat 0,12%, serta Nasdaq melonjak 0,20%. S&P dan Nasdaq mencatat rekor tertinggi baru. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 0,49%, dan Hang Seng yang tergerus 0,60%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke level 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed melemah di tengah investor mencerna perkembangan negosiasi AS-Iran dan tingginya harga minyak dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan kembali mencatat rekor tertinggi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi dalam rentang agak terbatas, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.578 dan 7.773. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,917 dan bila tembus ke level 6,838.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group