(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa sore ini (5/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup merosot ke rekor terendah, mengurangi sedikit loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak naik setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini merosot 0,29% atau 50 poin ke level Rp 17.420 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.370. Rupiah terpantau tergelincir ke rekor intraday terlemahnya yang baru lagi.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 17.363 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.437, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.420.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; kembali rally di tengah investor mencermati naiknya tensi konflik Timur Tengah yang mengangkat dollar sebagai safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 98,50, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,48.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi terpantau menguat 85,153 poin (1,22%) ke level 7.057,106, sedangkan bursa saham kawasan Asia mixed bias melemah di tengah memanasnya tensi konflik Selat Hormuz serta naiknya kembali harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan serentak terkoreksi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.450 – Rp17.195.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



