(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup lebih rendah pada hari Kamis terpicu harapan kesepakatan AS-Iran akan segera tercapai.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir turun
Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir turun
Pasar menunggu perkembangan lebih lanjut setelah AS mengajukan proposal kepada Iran yang secara bertahap akan membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Iran diperkirakan akan merespons melalui Pakistan dalam beberapa hari ke depan.
Namun, harga minyak mentah pulih sebagian besar kerugiannya pada Kamis sore setelah laporan yang mengatakan AS berupaya untuk memulai kembali operasi pemanduan kapal komersial melalui Selat Hormuz, yang telah dihentikan sementara awal pekan ini di tengah penolakan dari sekutu-sekutu Teluk.
Namun ketegangan AS-Iran kembali meningkat di Selat Hormuz.
Amerika Serikat dan Iran saling baku tembak di Selat Hormuz.
Komando Pusat (CENTCOM) AS, dalam sebuah pernyataan, mengatakan pasukannya “mencegat serangan Iran yang tidak beralasan dan membalas dengan serangan pertahanan diri” ketika tiga kapal perusak Angkatan Laut AS melintasi selat tersebut pada Kamis malam.
“Pasukan Iran meluncurkan beberapa rudal, drone, dan kapal kecil” saat kapal-kapal AS melewati Teluk Oman, kata CENTCOM. “Tidak ada aset AS yang terkena serangan.”
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat naik dengan meningkatnya lagi ketegangan AS-Iran. Harga minyak berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $98,58-$102,36. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $90,44-$86,08.



