Rekomendasi Harga Perak 11 Mei 2026 : Tertekan Penguatan Dolar AS dan Harga Minyak

102

(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup naik pada akhir pekan hari Jumat, 8 Mei 2026, terdukung penurunan dolar AS dan imbal hasil obligasi global.

Harga perak spot ditutup naik 2,36% pada $80,39.

Harga perak berjangka AS kontrak Juli 2026 ditutup naik 0,85% pada $80,87.

Kenaikan harga perak terdukung dolar AS yang lebih lemah.

Selain itu, imbal hasil obligasi global yang lebih rendah pada hari Jumat bersifat bullish untuk logam mulia seperti perak.

Kekhawatiran tentang tidak berlanjutnya gencatan senjata AS-Iran juga telah meningkatkan permintaan safe-haven untuk logam mulia setelah Iran menyita sebuah kapal tanker minyak pada hari Jumat di AS.

Di tepi Selat Hormuz, pasukan AS melancarkan serangan terhadap lokasi peluncuran rudal dan drone serta aset militer lainnya di Iran yang bertanggung jawab atas serangan terhadap tiga kapal perusak Angkatan Laut AS yang melintasi Selat Hormuz.

Namun kenaikan harga perak dibatasi dengan kenaikan indeks S&P 500 pada hari Jumat ke rekor tertinggi baru membatasi permintaan aset safe-haven untuk logam mulia.
Selain itu, komentar agresif pada hari Jumat dari Wakil Presiden ECB Luis de Guindos, anggota Dewan Eksekutif ECB Isabel Schnabel, dan anggota Dewan Gubernur ECB Joachim Nagel menunjukkan bahwa ECB sedang mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni, yang merupakan faktor bearish bagi logam mulia.

Namun pada akhir pekan ketegangan AS-Iran kembali meningkat yang dapat menguatkan dolar AS.

Kesepakatan AS-Iran gagal tercapai setelah Iran menolak proposal AS untuk membongkar fasilitas nuklirnya dan tidak akan menangguhkan pengayaan uranium selama 20 tahun.

Presiden AS Donald Trump dengan cepat mengecam tanggapan Iran di media sosial, menyebutnya “sama sekali tidak dapat diterima.”

Ketegangan AS-Iran juga memicu kenaikan harga minyak, yang dapat meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong bank sentral dunia untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat, yang merupakan faktor bearish bagi logam mulia seperti perak.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak turun terbebani kenaikan dolar AS dan penguatan harga minyak seiring ketegangan AS-Iran kembali terjadi di akhir pekan.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $78,64-$76,88. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $81,85-$83,30.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $78,91-$76,96. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $82,49-$84,12.