(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu pagi ini (13/5), terpantau melemah signifikan 86,518 poin (1,26%) ke level 6.772,381 setelah dibuka turun ke level 6.763.945.
IHSG bergerak bearish ke sekitar level setahun lebih terendahnya, setelah review MSCI yang mengeluarkan 6 saham dari MSCI Global Standard Index, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed di tengah rapuhnya gencatan senjata perang Iran dan investor antisipasi pertemuan Trump dan Xi Jinping, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dengan bias koreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini lanjut tertekan dengan melemah 0,08% atau 14 poin ke level Rp 17.509, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak perlahan setelah menguat di sesi global sebelumnya; menghampiri seminggu tertingginya setelah rilis inflasi AS yang lebih panas dan menurunkan prospek pemangkasan suku bunga the Fed serta melajunya kembali harga minyak.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.509, serta terpantau di sekitar level rekor terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 94,954 poin (1,38%) ke level 6.763.945. Sedangkan indeks LQ45 turun 5,900 poin (0,88%) ke level 663,940. Pagi ini IHSG melemah 86,518 poin (1,26%) ke level 6.772,381. Sementara LQ45 terlihat turun 1,20% atau 8,040 poin ke level 661,800.
Tercatat saat ini sebanyak 253 saham naik, 326 saham turun dan 142 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi dalam bias koreksi setelah mencetak rekor, khususnya S&P 500 dan Nasdaq, di tengah rapuhnya gencatatan senjata perang dan rilis inflasi yang lebih tinggi dari estimasi. Dow Jones berakhir naik 0,11%, S&P 500 melemah 0,16%, serta Nasdaq merosot 0,71%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 0,28%, dan Hang Seng yang turun 0,37%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini cenderung bearish pada setahun lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di tengah rapuhnya gencatan senjata dan investor antisipasi pertemuan Trump dan Xi Jinping, serta mencermati Wall Street yang berakhir bias koreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan bertahan di zona negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.230 dan 7.578. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,838 dan bila tembus ke level 6,745.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



