Rekomendasi Harga Minyak 14 Mei 2026 : Peluang Naik Dengan Tertutupnya Selat Hormuz; Cermati Pergerakan Dolar AS

156

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah turun dari level tertinggi 1 minggu dan berakhir turun pada hari Rabu, terbebani penguatan dolar AS.

Harga minyak mentah berjangka AS ditutup turun 1,14% pada $101,02 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 1,99% pada $105,63 per barel.

Penguatan indeks dolar AS pada hari Rabu ke level tertinggi 1,5 minggu memicu likuidasi posisi beli di kontrak berjangka energi dan menekan harga.

Harga minyak mentah awalnya bergerak lebih tinggi pada hari Rabu karena penutupan Selat Hormuz yang sedang berlangsung memperketat pasokan minyak global.

Selain itu, laporan mingguan EIA pada hari Rabu menunjukkan tren positif untuk minyak mentah dan bensin karena persediaan mingguan turun lebih dari yang diperkirakan.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan dalam laporan bulanan pada hari Rabu bahwa persediaan minyak global yang teramati menurun sekitar 4 juta barel per hari pada bulan Maret dan April, dan bahwa pasar akan tetap “sangat kekurangan pasokan” hingga Oktober, bahkan jika konflik berakhir bulan depan.

Harga energi tetap didukung oleh perang AS-Iran, yang pada dasarnya membuat Selat Hormuz tertutup. Konflik yang sedang berlangsung memperburuk kekurangan minyak dan bahan bakar global, karena sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia melewati selat tersebut.

Laporan persediaan EIA mingguan pada hari Rabu menunjukkan hasil penurunan. Persediaan minyak mentah EIA turun sebesar -4,31 juta barel, penurunan yang lebih besar dari perkiraan -2,45 juta barel. Selain itu, pasokan bensin EIA turun sebesar -4,08 juta barel, penurunan yang lebih besar dari perkiraan -3,05 juta barel.

Malam nanti akan dirilis data Retail Sales April AS yang diindikasikan menurun.
Juga akan dirilis data Initial Jobless Claim AS minggu lalu yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak masih dapat bergerak naik dengan masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran yang membuat Selat Hormuz tertutup yang dapat menggangu distribusi pasokan minyak. Juga jika malam nanti data Retail Sales April AS terealisir turun dan data Initial Jobless Claims AS terealisir naik, dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga minyak. Harga minyak berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $102,94-$104,86. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $99,83-$98,64.