(Vibiznews – Commodity) – Harga komoditas minyak sawit atau CPO acuan dunia di bursa Malaysia rebound dari posisi terendah dalam 2 bulan pada perdagangan hari Jumat (15/5/2026) akibat pelemahan ringgit dan kenaikan harga minyak kedelai di bursa AS-Chicago.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Juli 2026 ditutup naik 0,61% menjadi sekitar MYR4.420 setelah sempat di posisi 4444.
Kenaikan minyak CPO juga dipicu oleh kenaikan tajam harga minyak mentah di tengah kekhawatiran atas serangan dan penyitaan kapal di Selat Hormuz.
Pasar juga memantau hari kedua pembicaraan antara presiden AS dan Tiongkok di Beijing, dengan investor berharap adanya tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan.
Namun posisi harga minyak sawit masih berada di jalur penurunan mingguan ketiga berturut-turut, turun sekitar 1,7% sejauh ini, tertekan oleh permintaan yang lebih lemah dari pembeli utama India.
Impor minyak sawit India itu anjlok 26% pada April dari Maret hingga mencapai level terendah dalam empat bulan, karena pembelian institusional melemah dan diskon harga minyak sawit terhadap minyak nabati saingannya menyempit.
Sementara itu, data ekspor untuk sepuluh hari pertama bulan Mei tetap beragam, dengan AmSpec Agri melaporkan pengiriman turun 10,8%, sedangkan Intertek memperkirakan pertumbuhan sebesar 8,5%.



