(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD kehilangan momentum setelah rilis data inflasi Australia pada perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (27/5/2026).
Biro Statistik Australia (ABS) melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 4,2% tahun-ke-tahun (YoY), turun dari konsensus pasar sebesar 4,4%. Data tersebut turun dari 4,6% dalam 12 bulan hingga Maret 2026.
Untuk indeks Harga Konsumen bulanan tercatat sebesar 0,4% pada bulan April, dibandingkan dengan angka sebelumnya sebesar 1,1%. Indeks Harga Konsumen Rata-rata Terpangkas RBA untuk bulan April naik 0,3% dan 3,4% secara bulanan dan tahunan.
Sementara itu penurunan AUDUSD dapat dibatasi karena dolar AS sedikit melemah akibat berkurangnya permintaan safe haven, karena investor tetap berharap bahwa Amerika Serikat dan Iran masih dapat mencapai kesepakatan meskipun ketegangan kembali meningkat di Timur Tengah.
Secara teknikal pair AUDUSD konsolidasi di garis netralnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD bergerak dengan bias negatif.
Kini pair berada di 0.7163 yang meluncur menuju posisi 0.7152 dan jika tembus akan berlanjut ke support lemahnya di S2.
Namun jika tidak sampai ke 0.7145, pair berbalik mendaki menuju posisi 0.7178 dan jika tembus masuk ke area resisten lemahnya di R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7197 | 0,7186 | 0,7174 | 0,7165 | 0,7152 | 0,7142 | 0,7130 |



