Rekomendasi Harga Perak 27 Juli 2026 : Naik Terpicu Penurunan Proyeksi Inflasi dan Suku Bunga

55

(Vibiznews – Commodity) Harga perak berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat terdukung meredanya penguatan dari dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah yang sedikit lebih rendah.

Harga perak spot ditutup naik 0,94% pada $58,20.

Harga perak berjangka AS kontrak September 2026 ditutup naik 1,41% pada $58,90.

Harga logam mulia juga mendapatkan dukungan safe haven dari ketegangan AS-Iran karena Presiden AS Donald Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan serangan militer yang lebih luas terhadap Iran.

Pada akhir pekan, AS menangguhkan serangan terhadap Iran untuk malam kedua berturut-turut, meredakan kekhawatiran atas gangguan pasokan di Timur Tengah setelah konflik yang meningkat selama beberapa minggu.

Jeda tersebut dimulai pada Jumat malam tanpa pengumuman resmi apa pun, sementara Teheran mengatakan telah menghentikan operasi militer balasannya dan terlibat dalam pembicaraan dengan Oman mengenai Selat Hormuz.

Meredanya ketegangan militer AS-Iran di Timur Tengah dapat menurunkan harga minyak dan menurunkan permintaan safe haven dolar AS.

Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders Juni yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak naik terdukung meredanya ketegangan AS-Iran di Timur Tengah dapat menurunkan dolar AS dan harga minyak sehingga menurunkan proyeksi inflasi dan suku bunga. Namun jika data Durable Goods Orders Juni AS terealisir meningkat dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga perak.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $60,48-$61,19. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $58,65-$57,53.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $60,36-$60,78. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $59,55-$59,16.