Rekomendasi Harga Emas 4 Juni 2026 : Naik Terpicu Permintaan Safe Haven; Waspadai Data Tenaga Kerja

138

(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir turun pada hari Rabu, tertekan penguatan dolar AS.

Harga emas spot ditutup turun 1,20% pada $4.434,44 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Agustus 2026 ditutup turun 1,17% pada $4.466,9 per ons.

Harga emas turun pada hari Rabu setelah indeks dolar menguat ke level tertinggi 1,75 bulan.

Selain itu, lonjakan harga minyak mentah sebesar +2% pada hari Rabu meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat memaksa bank sentral dunia untuk memperketat kebijakan moneter mereka, faktor bearish untuk logam mulia.
Demikian juga, imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi pada hari Rabu menekan harga logam mulia.

Komentar hawkish dari Gubernur BOJ Kazuo Ueda meningkatkan peluang kenaikan suku bunga BOJ akhir bulan ini dan juga melemahkan harga logam mulia ketika ia mengatakan risiko inflasi yang lebih tinggi memerlukan suku bunga yang lebih tinggi.

Emas menambah kerugiannya pada hari Rabu karena laporan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, termasuk data tenaga kerja ADP Mei, indeks jasa ISM Mei, dan pesanan pabrik April, serta Beige Book Fed yang cenderung hawkish untuk kebijakan Fed.

Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claim AS minggu lalu yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik dengan ketegangan AS-Iran dan di Timur Tengah dapat meningkatkan permintaan safe haven. Jika harga minyak berbalik turun, juga dapat menguatkan harga emas. Namun jika malam nanti Initial Jobless Claim AS terealisir turun dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga emas.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.409-$4.383. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.478-$4.521.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.439-$4.411. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.510-$4.553.