Rekomendasi Harga Minyak 4 Juni 2026 : Waspadai Profit Taking; Terdukung Ketegangan Timur Tengah

111

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, akibat bentrokan antara AS dan Iran memicu keraguan prospek kesepakatan yang akan membuka kembali Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup naik 2,41% pada 96,02.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik 1,89% pada 97,81.

Harga minyak mentah menambah kenaikannya, setelah laporan mingguan EIA pada hari Rabu menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah turun lebih dari yang diperkirakan.

Persediaan minyak mentah EIA turun sebesar -7,97 juta barel, penurunan yang jauh lebih besar daripada ekspektasi sebesar -3,05 juta barel. Selain itu, pasokan minyak mentah di Cushing, titik pengiriman kontrak berjangka WTI, turun sebesar -583.000 barel.

Harga minyak mentah melonjak pada hari Rabu setelah pasukan AS mencegat rudal balistik dan drone Iran yang ditujukan ke negara-negara Teluk tetangga, meningkatkan ketegangan dan mengurangi kemungkinan Selat Hormuz akan dibuka dalam waktu dekat.

Tak lama setelah melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak kosong yang kembali ke Iran, militer AS mengatakan mereka diserang rudal dan drone ketika Iran menargetkan pangkalan angkatan laut AS di Bahrain dan pangkalan udara Ali Al-Salem di Kuwait.

Pasukan AS menyerang menara komunikasi di pulau Qeshm, Iran, dekat Selat Hormuz sebagai bagian dari bentrokan.

Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claim AS minggu lalu yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik terpicu ketidakpastian kesepakatan AS-Iran untuk membuka Selat Hormuz. Namun perlu diwaspadai upaya profit taking, setelah harga minyak naik tiga hari berturut-turut. Harga minyak berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $93,98-$91,94. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $97,53-$99,04.