(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang pulih dengan mendapat keuntungan yang moderat pada perdagangan hari Kamis (11/06/2026) karena investor menilai perkembangan di Timur Tengah.
Indeks harian Nikkei rebound dari kisaran terendah dalam 2 pekan lebih setelah Washington mengkonfirmasi bahwa serangan semalam terhadap Iran telah berakhir.
Militer AS mengumumkan telah menyelesaikan serangan terbarunya terhadap Iran, yang meningkatkan harapan bahwa negosiasi perdamaian dapat dilanjutkan.
Namun, saham-saham teknologi tetap berada di bawah tekanan di tengah kekhawatiran yang masih ada mengenai valuasi terkait AI yang tinggi, yang membebani perusahaan-perusahaan Jepang yang memiliki eksposur signifikan terhadap booming AI global.
Di dalam negeri, Bank Sentral Jepang diperkirakan akan menaikkan suku bunga minggu depan karena para pembuat kebijakan bergulat dengan melonjaknya biaya energi yang terkait dengan konflik Timur Tengah.
Indeks harian Nikkei naik tipis 0,06% dan ditutup pada 64.217, demikian untuk indeks Topix turun 0,45% menjadi 3.830,5.
Demikian untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Juni 2026 turun 0,03% pada posisi 64320.
Saham-saham yang bebani Nikkei seperti SoftBank Group (-1,4%), Fujikura (-1,2%), dan Toyota Motor (-2,4%).
Namun terdapat saham-saham yang membatasi kerugian Nikkei seperti Kioxia Holdings (7%), Taiyo Yuden (6,2%), dan Murata Manufacturing (3,7%) mencatatkan kenaikan yang kuat, sementara







