(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD terjun ke kisaran terendah dalam 10 pekan pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (18/6/2026) merespon rilis data ketenagakerjaan Inggris.
Poundsterling Inggris bergerak di kisaran $1,3200 yang merupakan posisi terendah sejak 6 April menjelang keputusan kebijakan Bank of England dan hasil pemilihan sela Makerfield yang dapat memengaruhi kepemimpinan Partai Buruh dan agenda ekonomi.
Tingkat pengangguran Inggris secara tak terduga turun menjadi 4,9% dalam 3 bulan hingga April, di bawah perkiraan 5,0%, sementara pertumbuhan upah meningkat menjadi 4,4%, melampaui perkiraan 4,0%.
Pendapatan sektor swasta sesuai dengan ekspektasi di 2,9%, turun dari 3,0% sebelumnya, yang dapat meyakinkan para pejabat Bank of England bahwa tekanan inflasi yang didorong oleh upah tetap terkendali.
Beberapa jam kedepan, Bank of England secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, tetapi perbedaan pendapat di antara para pembuat kebijakan dapat menandakan pergeseran yang lebih agresif.
Kebijakan tersebut mengikuti keputusan Fed untuk mempertahankan suku bunga, meskipun sembilan dari 19 pembuat kebijakannya sekarang mengantisipasi setidaknya satu kenaikan tahun ini.
Secara teknikal, pergerakan GBPUSD sedang bearish kuat mendekati support kuat dan akan berbalik tipis jika pengumuman kebijakan BOE hawkish.
Kini pair berada di posisi 1.3244 yang tertekan turun menguji posisi S1 di 1.3220. Jika berhasil akan lanjut ke posisi 1.3190 sebelum kemudian ke S2.
Namun jika pair GBPUSD bertahan di kisaran 1.3240 berpotensi akan kembali naik ke posisi pembukaan di 1.3282 sebelum melewati pivot dan kembali ke batas atas 1.3324.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3570 | 1,3502 | 1,3394 | 1.3328 | 1.3220 | 1.3154 | 1.3046 |








