Rekomendasi Harga Minyak 26 Juni 2026 : Tertekan Lagi Sentimen Kenaikan Pasokan

118

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir melonjak pada hari Kamis terpicu ketegangan di Timur Tengah setelah laporan bahwa sebuah proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman menghantam kapal kargo.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir naik 2,25% pada $71,92 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik 2,21% pada $75,50 per barel.

Harga minyak mentah awalnya turun ke level terendah 4 bulan pada hari Kamis karena dimulainya kembali pasokan minyak mentah melalui Selat Hormuz yang dibuka kembali telah meredakan kekhawatiran pasokan minyak global.

Ketegangan yang kembali meningkat di Teluk Persia mendorong harga minyak mentah naik tajam pada hari Kamis setelah Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan bahwa sebuah kapal kargo dihantam oleh proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman di Selat Hormuz.

Insiden tersebut terjadi setelah beberapa kapal kargo berbalik arah saat mencoba menyeberangi Selat Hormuz, dengan perusahaan intelijen maritim melaporkan siaran yang diduga dari angkatan laut Iran yang menginstruksikan kapal untuk tidak menyeberang.

Pada Kamis sore, Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran menyerang kapal berbendera Singapura di Selat Hormuz. Serangan tersebut mendorong Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk menunda rencana evakuasi di selat tersebut hingga diperoleh kejelasan lebih lanjut. Pada hari Selasa, IMO mengatakan telah menerima jaminan keselamatan yang memungkinkan ratusan kapal untuk keluar dari Teluk Persia melalui selat tersebut. Kapal-kapal yang terdampar telah bergegas keluar dari Hormuz sejak kesepakatan perdamaian sementara antara AS dan Iran mulai berlaku pekan lalu.

Harga minyak mentah awalnya turun pada hari Kamis karena kapal-kapal Arab Saudi menuju terminal Ras Tanura yang penting, sebuah tanda bahwa kerajaan tersebut akan memulai kembali ekspor dari dalam Teluk Persia untuk pertama kalinya sejak Maret.

Harga minyak mentah turun ke titik terendah pada hari Kamis setelah Irak memperingatkan bahwa mereka mungkin akan keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) jika tidak mendapatkan kuota produksi yang lebih tinggi.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak mentah dapat bergerak turun dengan kembalinya sentimen pembukaan Selat Hormuz yang dapat meningkatkan pasokan, sehingga menekan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $69,71-$67,51. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $73,31-$74,71.