Koreksi Pasar setelah Rebound, akan Berlanjut? — Domestic Market Outlook, 29 June – 3 July 2026

118
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada seminggu berlalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar keuangan di minggu lalu terkoreksi dari dua pekan rebound
  • Uang beredar (M2) pada Mei lalu dilaporkan tumbuh sebesar 10,8% (yoy).
  • Sentimen global saat ini masih sekitar tensi geopolitik, terutama perkembangan kesepakatan gencatan senjata AS-Iran; serta arah dan tempo prospek kenaikan suku the Fed.
  • Data ekonomi yang diperhatikan pasar pekan mendatang ini adalah rilis jumlah uang beredar bulan Mei pada Selasa nanti.

Minggu berikutnya, isyu prospek ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 29 June – 3 July 2026.

===

Minggu yang baru lewat IHSG di pasar modal Indonesia terpantau terkoreksi kembali setelah dua pekan rebound, dipimpin sektor utilita dan barang baku, di tengah keraguan investor asing setelah rilis review MSCI serta searah bursa regional. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada seminggu ini umumnya bias melemah terutama diseret saham terkait semiconductors dan AI serta estimasi naiknya suku bunga global. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 1,72%, atau 102,904 poin, ke level 5.896,134.

Untuk minggu berikutnya (29 Juni – 3 Juli 2026), IHSG kemungkinan akan di sekitar area konsolidasi dalam bias melemah, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.377 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,677 dan bila tembus ke level 5,371.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan berlalu dalam koreksi setelah dua minggu rebound, dan sempat mencapai level 2 minggu terendahnya lalu bangkit terbatas. Rupiah secara mingguannya berakhir melemah 125 poin atau 0,70% ke level Rp17.905 per USD. Sementara, dollar global sepanjang pekan rally ke level 13 bulan tertingginya lalu terkoreksi di 2 hari terakhir oleh data GDP Amerika yang melampaui estimasi dan dapat mengurangi prediksi kenaikan suku bunga the Fed tahun ini.

Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih bisa menurun dalam beberapa sesi, atau rupiah berpeluang bias menguat dalm tempo agak pendek, dalam range antara resistance di level Rp17.995 dan Rp18.180, sementara support di level Rp17.690 dan Rp17.600.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau turun secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik yield obligasi dan berakhir ke level 7,182%. Sementara yields US Treasury terpantau menurun di pekan ketiganya.

===

Bank Indonesia melaporkan bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2026 tumbuh lebih tinggi. Pada Mei 2026, M2 tumbuh sebesar 10,8% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2026 sebesar 9,2% (yoy) sehingga mencapai Rp10.415,9 triliun. Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 15,3% (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,0% (yoy).

Perkembangan M2 pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.

===

 

Ketrampilan seorang investor pada masa-masa ini seperti sedang diuji. Situasi pasar yang sebagian kadang sideways, sebagian lagi sedang membentuk tren-tren jangka menengah sehingga dibutuhkan kemampuan analisis yang jeli supaya tidak salah dalam mengambil keputusan investasi, baik untuk masuk ataupun keluar pasar. Ketrampilan biasanya berbanding lurus dengan pengalaman atau jam terbang. Ini juga yang sering menjadi kendala bagi banyak investor karena masih memiliki banyak aktivitas lain di samping trading investasi.

Bagi Anda yang sering kali tidak cukup punya waktu, vibiznews.com adalah sobat investasi Anda. Kami memang ada di bidang ini, siang dan malam, untuk juga membantu Anda. Untuk Anda yang telah mengalaminya, disampaikan terima kasih untuk para members yang telah bersama terus dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting