(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (29/6), terpantau melemah 30,973 poin (0,53%) ke level 5.865,161 setelah dibuka naik ke level 5.932.029.
IHSG bergerak terkoreksi di hari kedua ke sekitar 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed di tengah serangan militer kembali antara AS dan Iran yang menaikkan lagi harga minyak dunia, serta mencermati Wall Street yang ditutup di akhir pekan dalam koreksi dipicu sektor teknologi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,29% atau 52 poin ke level Rp 17.957, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi bertahap dari area 13 bulan tertingginya namun akan tetap membukukan bulan terbaiknya di tahun ini di tengah estimasi kenaikan suku bunga the Fed pada tahun ini.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.905, serta terpantau kembali terkoreksi ke sekitar 2 minggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 35,895 poin (0,61%) ke level 5.932.029. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,980 poin (0,17%) ke level 584,700. Pagi ini IHSG melemah 30,973 poin (0,53%) ke level 5.865,161. Sementara LQ45 terlihat turun 0,77% atau 4,500 poin ke level 579,220.
Tercatat saat ini sebanyak 260 saham naik, 348 saham turun dan 192 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada akhir pekan dengan terkoreksi terbatas oleh berlanjutnya aksi jual saham-saham teknologi semiconductor dan AI serta naiknya tensi geopolitik Iran. Dow Jones berakhir turun 0,09%, S&P 500 melemah 0,05%, serta Nasdaq merosot 0,24%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,71%, dan Hang Seng yang naik 2,01%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi di hari kedua ke sekitar 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di tengah serangan militer antara AS dan Iran yang menaikkan lagi harga minyak, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan dalam koreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan tertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.377 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,677 dan bila tembus ke level 5,371.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group







