(Vibiznews – Commodity) Harga perak bergerak turun pada hari Senin, 29 Juni 2026, di sesi perdagangan Asia, dengan serangan yang kembali terjadi antara AS dan Iran di Selat Hormuz mendorong harga minyak dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi.
Harga perak spot bergerak turun 0,13% pada $58,85.
Harga perak berjangka AS kontrak Juli 2026 bergerak turun
0,88% pada $58,70.
Konflik AS-Iran tersebut meningkat sejak Kamis, dengan Iran menargetkan kapal kontainer, kapal yang membawa minyak Qatar, dan pangkalan militer di Kuwait dan Bahrain, yang memicu beberapa serangan balasan AS. Namun, kedua pihak kemudian sepakat untuk menangguhkan serangan lebih lanjut menjelang pembicaraan perdamaian yang akan dilanjutkan minggu ini di Doha, Qatar.
Sementara itu, data pekan lalu menunjukkan inflasi PCE AS secara umum sesuai dengan ekspektasi, yang menyebabkan investor sedikit mengurangi perkiraan pada kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak turun dengan ketegangan dan ketidakpastian di Selat Hormuz memicu lagi kehawatiran gangguan distribusi minyak yang dapat meningkatkan harga minyak, dan memicu kenaikan inflasi yang dapat memicu The Fed menaikkan suku bunga dan menekan harga perak. Namun jika kesepakatan damai AS-Iran kembali dilaksanakan, akan mengurangi ketegangan geopolitik, menurunkan dolar AS dan harga minyak, dapat menaikkan harga perak.
Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $56,58-$54,24. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $60,41-$61,90.
Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $56,77-$54,32. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $60,60-$61,98.








