Rekomendasi Harga Gula 22 Juli 2026 : Naik Terdorong Kenaikan Harga Minyak

110

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York berakhir menguat pada sesi perdagangan hari Selasa, ditopang oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang membayangi prospek pasokan global.

Harga gula berjangka kontrak Oktober 2026 ditutup naik tipis 0,40% atau bertambah 0,06 sen pada level 14,88 sen per pon.

Harga gula bergerak naik di tengah menguatnya harga minyak mentah global yang memberikan sentimen positif bagi pasar. Kenaikan harga energi ini menopang harga gula, karena saat harga minyak mentah tinggi, pabrik-pabrik penggilingan di Brasil—sebagai produsen dan pengekspor gula terbesar dunia—memiliki insentif lebih besar untuk mengalihkan lebih banyak tebu guna memproduksi bahan bakar etanol ketimbang memproduksi gula.

Pengalihan sebagian besar panen tebu menjadi produksi etanol ini diantisipasi akan mengurangi ketersediaan pasokan gula mentah yang siap diekspor ke pasar internasional, sehingga membantu menopang pergerakan harga di bursa berjangka.

Kondisi pasar saat ini masih akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak, di mana pabrik-pabrik gula Brasil terus menyesuaikan persentase bauran produksi antara gula dan etanol demi memaksimalkan margin keuntungan mereka.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula berpotensi bergerak naik jika tren penguatan harga minyak mentah berlanjut dan memicu ekspektasi pengetatan pasokan gula Brasil. Harga gula diperkirakan akan bergerak menembus kisaran Resistance 15,10-15,35. Namun jika berbalik turun akibat aksi ambil untung, harga akan bergerak dalam kisaran Support 14,65-14,40.