Rekomendasi Forex Dolar AS 24 Juli 2026 : Naik Terpicu Konflik Timur Tengah

66

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup naik pada hari Kamis, terpicu konflik di Timur Tengah yang mendorong permintaan safe haven dan kenaikan harga minyak yang mendorong prospek kenaikan inflasi dan suku bunga, juga dukungan dari data ekonomi AS.

Indeks dolar AS ditutup naik 0,32% pada 101,43.

Dolar AS mendapat dukungan dari permintaan sebagai aset aman dari konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah. Kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, memperluas gangguan minyak di luar Selat Hormuz dan mengancam pengiriman minyak di Laut Merah. Presiden Trump menanggapi dengan mengatakan bahwa ia akan meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan Houthi.

Kelompok Houthi telah berjanji untuk memblokade pengiriman yang terkait dengan Arab Saudi dan memperingatkan pemilik kapal agar tidak singgah di pelabuhan negara tersebut. Langkah ini mengancam ekspor minyak Saudi dari Yanbu, pusat di Laut Merah yang digunakan Saudi untuk mengirimkan minyak mentah sejak perang menghentikan hampir seluruh pengiriman melalui Selat Hormuz.

Sementara itu, AS dan Iran saling melancarkan serangan selama 12 hari berturut-turut, dan AS mempertahankan blokade pengiriman minyak Iran di Teluk Persia.

Dolar AS juga mendapat dukungan dari imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka 10 tahun naik sebesar +4 basis poin dan mencatatkan rekor tertinggi baru dalam 1,5 tahun di tengah lonjakan harga minyak lebih dari +6% pada hari Kamis.

Dolar juga mendapat dukungan dari laporan klaim pengangguran AS pada hari Kamis, yang menunjukkan pasar tenaga kerja AS sedikit lebih kuat daripada ekspektasi pasar.

Pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin sebesar 36% pada pertemuan FOMC berikutnya pada 28-29 Juli.

Malam nanti akan dirilis data S&P Global Services, Manufacturing, Composite PMI Flash Juli AS yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik terpicu konflik perang di Timur Tengah meningkatkan permintaan safe haven dolar AS dan kenaikan harga minyak memicu prospek kenaikan inflasi dan suku bunga. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 101,67-101,91. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 101,06-100,69.