Rekomendasi Harga Emas 10 September 2026 : Dapat Turun Terbebani Berbagai Sentimen Bearish

59

(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir lebih tinggi pada hari Rabu, setelah indeks dolar AS sempat merosot ke level terendah dalam 2,5 minggu.

Harga emas spot ditutup naik 1,05% pada $4.401,34 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 0,49% pada $4.460,7 per ons.

Selain itu, kekhawatiran mengenai penurunan nilai dolar mendorong permintaan logam mulia sebagai sarana penyimpan nilai setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana pembelian kembali obligasi pemerintah AS jangka panjang senilai $6 miliar pada hari Kamis.

Imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi berdampak negatif bagi logam mulia; imbal hasil obligasi pemerintah Jerman (*Bund*) tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 15 tahun pada hari Rabu, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS (*T-note*) tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 2,75 tahun.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak mentah ke level tertinggi dalam 3,25 bulan pada hari Rabu meningkatkan ekspektasi inflasi dan berpotensi mendorong bank-bank sentral dunia untuk memperketat kebijakan moneter—sebuah faktor yang menekan harga bagi logam mulia.

Malam nanti akan dirilis data PPI Agustus AS dan Core PPI Agustus AS, yang keduanya diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun terbebani berbagai sentimen bearish seperti kenaikan harga minyak dan prospek kenaikan data PPI AS dan prospek kenaikan suku bunga ECB.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 4.351-4.300. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 4.443-4.484.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 4.404-4.346. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 4.499-4.536.