Indeks Nikkei Senin Berakhir Menguat Seiring Meredanya Ketegangan di Timur Tengah

117
nikkei

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 27 Juli 2026, ditopang oleh meredanya sentimen geopolitik dan lonjakan pada saham-saham sektor hiburan.

Indeks acuan Nikkei 225 naik 320,04 poin, atau 0,50 persen lebih tinggi, dan ditutup pada level 64.931,19.

Pergerakan indeks hari ini terpantau cukup fluktuatif. Nikkei dibuka lebih tinggi di level 65.164,98 dan sempat menyentuh level tertinggi intraday di 65.220,69. Namun, rentetan aksi jual sempat menyeret indeks turun ke level terendah harian di 64.123,40 sebelum akhirnya arus pembelian kembali masuk dan mempertahankan indeks di zona hijau pada akhir perdagangan.

Penguatan bursa Jepang hari ini didorong oleh beberapa faktor fundamental utama:

Pertama, meredanya ketegangan militer di Timur Tengah menjadi katalis positif yang signifikan. Keputusan Amerika Serikat untuk menunda aksi militer besar serta adanya jeda operasi balasan dari Iran memicu penurunan tajam pada harga minyak mentah dunia. Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor energi, pasar saham Jepang langsung merespons positif kondisi ini seiring dengan meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi.

Kedua, penguatan indeks sangat dipengaruhi oleh aksi pantulan naik (rebound) yang kuat pada saham-saham sektor video game dan hiburan. Emiten-emiten raksasa di sektor ini memimpin laju indeks, di mana saham Nintendo melonjak tajam sebesar 6,63 persen, disusul oleh Bandai Namco Holdings yang melesat 7,49 persen, serta Konami Group yang membukukan kenaikan sebesar 6,33 persen.

Meskipun indeks utama berhasil menghijau, tekanan yang tersisa di sektor teknologi membatasi penguatan yang lebih luas. Saham-saham berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di bursa Jepang masih cenderung tertinggal. Para investor tampak masih berhati-hati merespons gelombang aksi jual saham teknologi di Wall Street yang dipicu oleh kecemasan pasar terhadap membengkaknya biaya belanja modal teknologi AI secara global.

Selain itu, dinamika nilai tukar mata uang turut menahan laju indeks agar tidak melesat lebih agresif. Mata uang dolar Amerika Serikat terpantau melemah sekitar 0,2 persen ke level 163,58 yen per dolar AS. Menguatnya nilai tukar yen ini memberikan sentimen yang kurang menguntungkan bagi emiten-emiten eksportir besar Jepang, yang pendapatan luar negerinya biasanya terdongkrak saat yen melemah.

Sebagai catatan tambahan dari lantai bursa, meskipun berhasil mencatatkan penguatan pada hari ini, indeks Nikkei 225 secara keseluruhan masih membukukan penurunan sekitar 7,87 persen terhitung sejak awal bulan Juli 2026.