(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Rabu sore ini (29/7), terpantau melemah 39,202 poin (0,64%) ke level 6.091,386 setelah dibuka turun ke level 6.141.162.
IHSG bergerak terkoreksi bertahap 6 hari ke level 1,5 minggu lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di tengah harga minyak yang menurun lalu naik lagi setelah Iran meluncurkan serangan rudalnya, dan investor menantikan pertemuan the Fed tengah malam ini, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan bias positif ditopang sejumlah rilis laporan keuangan blue chips.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat tipis 0,02% atau 3 poin ke level Rp 18.055, dengan dollar AS di pasar uang Eropa turun setelah melemah di sesi global sebelumnya, terkoreksi dari area sebulan tertingginya di antara investor yang menantikan hasil pertemuan the Fed dan kebijakan ke depannya.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 18.058, serta terpantau di sekitar area 2 minggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 10,574 poin (0,17%) ke level 6.141.162. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,440 poin (0,07%) ke level 608,470. Siang ini melemah 36,995 poin (0,60%) ke level 6.093,593. Sementara LQ45 terlihat turun 0,15% atau 0,890 poin ke level 607,140.
IHSG kemudian agak mendatar dan ditutup melemah 39,202 poin (0,64%) ke level 6.091,386. Sementara LQ45 terlihat turun 0,05% atau 0,300 poin ke level 607,730. Tercatat saat ini sebanyak 177 saham naik, 468 saham turun dan 148 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau variatif, di antaranya Nikkei yang merosot 1,49%, dan Hang Seng yang menanjak 1,96%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut melemah di hari keenam ke 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di tengah harga minyak yang menurun lalu naik lagi setelah Iran meluncurkan serangan rudalnya, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan bias positif ditopang laporan keuangan blue chips.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih dalam bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






