Forex AUD/USD 29 Juli 2026 : Tertekan Pelemahan Inflasi; Waspadai Pengumuman Ketua The Fed

103

(Vibiznews – Forex) Pasangan mata uang AUD/USD pada hari Selasa berakhir turun 0,22% pada 0.6974.

Dolar AS tetap mempertahankan nada bullish menjelang keputusan FOMC, seiring memudarnya optimisme terhadap diplomasi AS-Iran setelah Arab Saudi, Yordania, dan Irak melaporkan serangan drone pada hari Senin, yang kembali meningkatkan risiko geopolitik dan menjadi angin segar bagi dolar AS sebagai aset safe-haven, sehingga menekan AUD/USD.

Komentar Gubernur RBA Michele Bullock tidak banyak berpengaruh terhadap pergerakan dolar Australia, dengan pasangan mata uang ini tetap terjebak dalam kisaran yang sama selama dua pekan terakhir.

Pada pergerakan hari ini Rabu, 29 Juli 2026, Dolar Australia jatuh di bawah $0,695, mencapai level terlemahnya dalam dua minggu karena data inflasi yang lebih lemah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan.

Inflasi utama secara tak terduga turun ke level terendah empat bulan sebesar 3,8% pada Juni dari angka Mei dan perkiraan 4,0%, sementara harga konsumen bulanan secara tak terduga turun 0,1% untuk bulan kedua berturut-turut.

Sementara itu, tingkat inflasi rata-rata yang dipantau ketat naik 3,6% per tahun, di bawah ekspektasi 3,7%, sedangkan inflasi inti triwulanan meningkat 0,8%, juga di bawah perkiraan.

Meskipun inflasi tetap di atas kisaran target Bank Sentral Australia (RBA) sebesar 2%–3%, pasar secara tajam mengurangi perkiraan pada kenaikan suku bunga lain tahun ini menjadi sekitar 50% dari lebih dari 90% sebelum rilis data.

Angka-angka yang lebih lemah juga memperkuat pandangan bahwa bank sentral kemungkinan tidak akan melanjutkan pengetatan kebijakan pada pertemuan 11 Agustus.

Namun, gubernur RBA baru-baru ini memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga lain mungkin masih diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target.

Malam nanti akan menjadi krusial dengan pengumuman keputusan suku bunga FOMC beserta pernyataan kebijakan dan konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, AUD/USD akan bergerak lemah tertekan data inflasi Juni Australia yang turun di bawah perkiraan. Pergerakan AUD/USD juga sangat dipengaruhi oleh hasil keputusan FOMC malam ini serta perkembangan risiko geopolitik di Timur Tengah. Jika The Fed bersikap hawkish dan risiko geopolitik terus meningkat, AUD/USD berpotensi melanjutkan pelemahan. Namun jika The Fed bersikap dovish dan ketegangan geopolitik mereda, AUD/USD berpotensi rebound menuju level psikologis 0,7000. AUD/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 0,6927-0,6912. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 0,6968-0,6994.