Harga CPO Kamis Ditutup Turun Tipis Menjelang Rilis Data Produksi

78
cpo sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit mentah atau CPO acuan dunia ditutup melemah tipis pada perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Kamis (30/7/2026), dibayangi oleh pelemahan harga minyak nabati pesaing serta sikap hati-hati para investor menjelang rilis data produksi.

Kontrak acuan pengiriman bulan Oktober 2026 di Bursa Malaysia Derivatives tercatat terkoreksi sebesar 0,28% ke level MYR4.651 per metrik ton. Meskipun ditutup pada zona merah hari ini, performa harga CPO secara keseluruhan dalam satu bulan terakhir masih berada pada tren yang positif dengan catatan kenaikan kumulatif sekitar 2,48%.

Berbeda arah dengan pasar global, pergerakan di pasar fisik dalam negeri justru menunjukkan penguatan. Harga pada tender komoditas PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) bergerak naik dan berada di kisaran Rp15.788 per kilogram untuk wilayah Franco Dumai.

Fluktuasi harga CPO harian di bursa global sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar minyak nabati internasional dan sentimen kebijakan energi. Pelemahan harga minyak kedelai di bursa Tiongkok (Dalian) maupun Chicago Board of Trade (CBOT) menjadi beban sentimen utama pada sesi perdagangan kali ini. Mengingat fungsinya yang saling menyubstitusi, penurunan harga komoditas pesaing tersebut memaksa minyak sawit untuk ikut menyesuaikan harga agar tetap memiliki daya saing komersial di pasar global.

Selain tekanan dari komoditas pesaing, pergerakan harga yang lesu juga disebabkan oleh sikap pasif para pelaku pasar yang memilih untuk menahan diri (wait and see) menjelang rilis data stok harian. Aktivitas volume perdagangan cenderung berada di bawah rata-rata karena investor tengah mencermati estimasi kenaikan produksi kelapa sawit sepanjang bulan Juli yang berpotensi melonggarkan ketersediaan stok fisik di pasar.

Dari sisi kebijakan makro, sinyal penundaan atau minimnya katalis positif baru dari Indonesia terkait kejelasan implementasi penuh program mandatori biodiesel B50 turut membatasi ruang bagi pergerakan harga untuk menguat secara agresif.

Kendati mendapat sejumlah tekanan, penurunan harga minyak sawit lebih dalam berhasil ditahan berkat suntikan sentimen dari pasar energi global. Terjadinya lonjakan harga minyak mentah dunia akibat memanasnya ketegangan geopolitik memberikan bantalan penyangga bagi pasar sawit. Tingginya harga minyak bumi mentah membuat penggunaan CPO sebagai bahan baku bahan bakar alternatif untuk biodiesel kembali terlihat ekonomis dan menarik di mata pembeli.