Rekomendasi Harian Indeks Nikkei 4 Agustus 2026

76
nikkei

(Vibiznews – Index) Euforia kenaikan Wall Street tersebut tidak mampu bertahan lama di bursa Tokyo. Indeks Nikkei 225 pada perdagangan hari ini, Selasa, 4 Agustus 2026, sempat dibuka menguat di posisi 63.995,28 dan bahkan melesat hingga menyentuh level tertinggi harian di 64.240,50, sejalan dengan sentimen positif dari rekor Wall Street semalam. Namun penguatan tersebut cepat terganjal dan indeks berbalik jatuh ke zona merah, melemah 1,05% ke level 63.085,94 pada sesi pagi, setelah sempat menyentuh titik terendah harian di 62.864,43.

Bursa Wall Street ditutup melonjak tajam pada perdagangan perdana bulan Agustus, Senin malam waktu New York atau Selasa pagi WIB, 4 Agustus 2026, dengan Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor penutupan tertinggi baru sepanjang sejarah. Dow Jones melesat 693,38 poin atau 1,32% ke level 53.178,41, sementara S&P 500 menguat 1,48% ke posisi 7.600,50, mendekati rekor tertingginya sendiri. Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi melonjak lebih tajam lagi, naik 2,13% ke level 25.913,90.

Reli Wall Street tersebut dipicu oleh keputusan Presiden Donald Trump untuk membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran, yang memicu kelegaan besar di pasar keuangan global dan membuat harga minyak mentah WTI ambles sekitar 5,3% ke kisaran USD 80 per barel, sekaligus menekan imbal hasil surat utang pemerintah AS. Sentimen positif ini turut ditopang oleh musim laporan keuangan kuartalan yang kuat, dengan mayoritas emiten S&P 500 membukukan kinerja di atas ekspektasi analis. Saham Amazon menjadi bintang utama pasar, melonjak 4,6% ke rekor tertinggi baru dan membawa kapitalisasi pasarnya menembus USD 3 triliun, sementara sektor teknologi dan layanan komunikasi dipimpin lompatan saham Meta Platforms dan Alphabet. Di sisi lain, sektor energi menjadi satu-satunya yang berakhir di zona merah akibat langsung dari amblesnya harga minyak dunia.

Pembalikan arah yang tajam ini terutama dipicu oleh intervensi mata uang yen yang kembali dilakukan otoritas Jepang bersama Departemen Keuangan Amerika Serikat. Aksi koordinasi pembelian yen tersebut mendongkrak nilai tukar mata uang Jepang hingga mendekati level 155 per dolar AS, dan secara instan merusak prospek pendapatan emiten berorientasi ekspor. Akibatnya, saham-saham manufaktur besar dan otomotif langsung mengalami tekanan jual berat, mematikan efek positif dari meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah. Di sisi lain, meski saham-saham Big Tech Amerika seperti Amazon dan Meta melonjak semalam, investor di Tokyo tetap bersikap hati-hati terhadap saham teknologi dan semikonduktor domestik, seiring munculnya kekhawatiran mengenai profitabilitas jangka panjang dan valuasi dari besarnya investasi infrastruktur kecerdasan buatan yang mulai dinilai jenuh.

Indikator Teknikal Nikkei 225 Hari Ini

Kategori | Level | Kategori | Level
R3 | 65.407 | S1 | 63.004
R2 | 64.656 | S2 | 62.253
R1 | 64.206 | S3 | 61.802
Pivot | 63.455 | |
Buy Avg | 63.830 | Sell Avg | 63.229

Rekomendasi Perdagangan

Analyst Vibiz Research mencermati bahwa Indeks Nikkei 225 saat ini bergerak di level 63.085,94, berada di bawah area Pivot Point 63.455, mengonfirmasi bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan indeks meski sempat dibuka menguat mengikuti rekor Wall Street semalam. Pola pembalikan arah yang tajam dari level tertinggi 64.240,50 ke zona merah ini menunjukkan bahwa sentimen intervensi yen jauh lebih dominan dibandingkan optimisme global terhadap saham teknologi.

Bagi pelaku pasar yang masih memegang posisi beli, disarankan untuk mewaspadai potensi pelemahan lanjutan menuju area Support 1 di 63.004. Apabila level tersebut tertembus, ruang koreksi berpotensi berlanjut hingga area Support 2 di kisaran 62.253, sehingga penerapan stop loss yang ketat menjadi krusial untuk mengamankan portofolio.

Sementara itu, bagi investor yang berencana mengambil posisi beli baru, sebaiknya menahan diri terlebih dahulu hingga tekanan dari isu intervensi yen mereda dan yen menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Momen entry yang lebih aman baru dapat dipertimbangkan apabila indeks berhasil kembali bertahan di atas area Pivot Point 63.455 disertai penguatan volume yang solid, yang dapat mengindikasikan pemulihan momentum bullish jangka pendek.