Indeks Hang Seng Rabu Ditutup Menguat Terdukung Kenaikan Bursa Wall Street

58
Foto : Vibizmedia

(Vibiznews – Index) Bursa saham Hong Kong ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Rabu, 5 Agustus 2026. Indeks Hang Seng mengakhiri sesinya dengan kenaikan tipis sebesar 0,24 persen atau bertambah 62,90 poin ke level 25.915,82. Penguatan ini berhasil membawa bursa Hong Kong bangkit dari koreksi pada sesi sebelumnya, berkat sentimen positif yang mengalir dari rekor tertinggi baru Wall Street semalam.

Sepanjang pergerakan sesi hari ini, indeks Hang Seng terpantau dibuka menguat pada posisi 25.890,99 dan sempat melanjutkan momentum bullish hingga menyentuh level tertinggi harian di 25.973,94. Namun, indeks memangkas sebagian penguatannya menjelang penutupan, sehingga akhirnya ditutup di bawah level tertinggi harian meski tetap bertahan di zona hijau, di atas level penutupan hari sebelumnya di posisi 25.852,92.

Indeks Hang Seng TECH menjadi motor utama penguatan hari ini, melonjak 0,97 persen ke posisi 4.933,07, terdorong oleh reli masif saham-saham teknologi global dan sektor kecerdasan buatan. Sejalan dengan itu, Indeks China Enterprises turut menguat 0,34 persen ke level 8.603,73, mencerminkan pergerakan yang stabil pada saham-saham perusahaan berkapitalisasi besar asal Tiongkok daratan yang melantai di bursa Hong Kong.

Penguatan indeks hari ini tidak lepas dari efek berantai Wall Street, di mana lonjakan indeks Nasdaq sebesar 2,59 persen pada perdagangan semalam menyuntikkan optimisme baru ke pasar Asia, khususnya pada sektor teknologi dan semikonduktor. Selain itu, harapan deeskalasi konflik geopolitik regional serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz turut menekan harga minyak mentah Brent hingga di bawah USD 79 per barel. Penurunan biaya komoditas ini memberikan angin segar bagi prospek margin keuntungan emiten manufaktur, yang ikut menopang sentimen positif di pasar.

Meski demikian, laju penguatan indeks hari ini sedikit dibatasi oleh rilis data ekonomi domestik. Indeks manajer pembelian atau PMI sektor jasa Tiongkok periode Juli tercatat mencatatkan perlambatan di level 50,4, yang turut membuat investor sedikit menahan diri sehingga indeks tidak mampu mempertahankan seluruh penguatan yang sempat dicapai pada sesi siang hari.