Indeks Nikkei Rabu Ditutup Meroket Terdukung Kebangkitan Saham Teknologi

65
nikkei
Tokyo Stock Exchange - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup meroket tajam pada perdagangan hari ini, Rabu, 5 Agustus 2026, membawa bursa efek Tokyo mencatatkan posisi penutupan pertamanya di atas level 66.000 sejak akhir Juli lalu, didorong oleh euforia rekor tertinggi Wall Street semalam dan kebangkitan saham sektor teknologi.

Indeks Nikkei 225 ditutup melonjak 2.342,91 poin, atau menguat 3,66%, dan berakhir di level 66.300,44. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pergerakan indeks terpantau sangat agresif. Setelah dibuka menguat di level 64.565,27 dari posisi penutupan sebelumnya di 63.957,53, indeks terus melesat sepanjang hari hingga menyentuh puncaknya di posisi 66.302,52 sesaat sebelum pasar resmi ditutup, dengan level terendah harian tercatat di 64.555,52. Sejalan dengan penguatan tersebut, indeks Topix juga ikut terkerek naik 2,13% ke level 4.046,17. Sebagai catatan, rekor tertinggi 52 minggu indeks saat ini berada di 72.831,73, sementara rekor terendahnya di 40.421,88.

Penguatan masif bursa Tokyo pada penutupan hari ini tidak lepas dari euforia yang menjalar dari Wall Street, setelah Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi sepanjang masa semalam, memberikan suntikan modal dan dorongan moral yang kuat bagi bursa Asia, termasuk Jepang. Kebangkitan saham sektor teknologi serta berkurangnya kepanikan investor atas risiko kejenuhan pasar pada ekosistem cip kecerdasan buatan menjadi motor penggerak utama penguatan indeks hari ini, dengan saham manufaktur elektronik Ibiden memimpin penguatan lewat lonjakan ekstrem 24,49%, disusul oleh raksasa konglomerat investasi SoftBank Group yang melambung 13,96%, serta Murata Manufacturing yang naik 9,82%.

Selain sentimen dari Wall Street, penguatan Nikkei 225 juga ditopang oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah, setelah pernyataan Menteri Keuangan AS mengenai potensi kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz memicu penurunan tajam harga minyak mentah global. Kondisi ini memangkas kekhawatiran inflasi di Jepang yang sangat bergantung pada impor energi, sekaligus memperbaiki prospek daya beli konsumen domestik. Di sisi lain, nilai tukar dolar AS terhadap yen yang bergerak lebih stabil di kisaran 157,61 yen turut meredakan kekhawatiran kejutan valuta asing bagi emiten eksportir besar Jepang, setelah sempat diguncang aksi intervensi mata uang pada awal pekan ini.