(Vibiznews – Commodity) Harga emas bergerak naik ke level tertinggi dua bulan pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, setelah pelemahan data Non Farm Payrolls Juli AS meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Harga emas spot bergerak melonjak 2,70% pada $4.354,95 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 bergerak melonjak 2,84% pada $4.421,9 per ons.
Non Farm Payrolls AS secara tak terduga mencatat pengurangan lapangan kerja pada bulan Juli, sementara tingkat upah dan tingkat partisipasi angkatan kerja menurun; hal ini mematahkan anggapan bahwa pasar tenaga kerja yang kuat bersifat inflasioner.
Selain itu, harga energi kehilangan sebagian momentum dari sesi-sesi sebelumnya di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti kesepakatan antara Iran dan AS untuk memulihkan ekspor melalui Selat Hormuz. Akibatnya, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS melandai, sehingga mendorong kenaikan harga emas karena pasar menghadapi biaya peluang yang lebih rendah untuk memegang aset yang tidak menghasilkan bunga.
Analyst Vibiz Research memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik terdorong meredanya prospek kenaikan inflasi dan suku bunga setelah data Non Farm Payrolls Juli AS merosot di luar dugaan.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $4.407-$4.460. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.266-$4.178.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $4.473-$4.524. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.329-$4.237.







