(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir lebih tinggi pada akhir pekan hari Jumat, didukung oleh penurunan nilai dolar AS ke level terendah dalam tujuh minggu. Selain itu, ketidakpastian mengenai rencana yang diusulkan oleh Iran dan Oman untuk membuka kembali Selat Hormuz turut mendorong kenaikan harga minyak mentah.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir naik 1,15% pada $78,18 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik 1,29% pada $83,55 per barel.
Demikian juga pada hari Minggu, harga minyak Brent ditutup naik 1,04% pada $84,42 per barel.
Pasar minyak sedang memantau perkembangan kesepakatan antara Iran dan Oman untuk memulihkan sebagian aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz.
Pernyataan bersama dari kedua negara sedang ditinjau, dan rute tersebut rencananya akan tetap aktif selama dua hingga empat bulan, meskipun kesepakatan ini tidak berarti pembukaan kembali secara penuh, menurut para pejabat Iran. Iran menyatakan bahwa normalisasi selat tersebut bergantung pada pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan ketidakpastian pembicaraan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $79,12-$80,07. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $76,88-$75,59.
Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $84,95-$85,47. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $83,92-$83,41.








