(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (10/8), terpantau terkoreksi 31,255 poin (0,49%) ke level 6.378,399 setelah dibuka naik ke level 6.440.697.
IHSG bergerak di dua zona turun dari sekitar 11 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat oleh estimasi kenaikan suku bunga the Fed yang melambat di antara investor memerhatikan perkembangan pembukaan Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam gain dan S&P 500 membukukan rekor baru.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat signifikan 0,40% atau 72 poin ke level Rp 17.813, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah melemah di sesi global sebelumnya, berupaya bangkit dari level 6 minggu terendahnya setelah tertekan data lapangan kerja AS yang menurun dan memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.885, serta terpantau bullish di area 7 minggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 30,943 poin (0,48%) ke level 6.440.697. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,160 poin (0,34%) ke level 642,450. Siang ini melemah 31,255 poin (0,49%) ke level 6.378,399. Sementara LQ45 terlihat turun 4,920 poin (0,77%) poin ke level 635,370.
Tercatat saat ini sebanyak 275 saham naik, 315 saham turun dan 203 saham stagnan.
Sedangkan, bursa regional siang ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,74%, dan Hang Seng yang naik 0,72%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi dari level 11 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat oleh estimasi kenaikan suku bunga the Fed yang melambat, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam gain dan S&P 500 pada rekor baru.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi dan diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,212 dan bila tembus ke level 6,029.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group







