(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Senin waktu AS (Selasa pagi WIB, 11 Agustus 2026) berakhir melemah, dengan ketiga indeks utama terkunci di zona merah. Pelemahan ini dipicu oleh ketidakpastian negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta lonjakan tajam harga minyak global yang membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati.
Indeks S&P 500 ditutup melemah tipis -0,06% ke level 7.753,11. Indeks Nasdaq Composite ditutup turun -0,32% ke posisi 26.605,36, tertekan oleh koreksi pada saham-saham sektor cip dan teknologi. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun -0,11% atau 60,95 poin ke posisi 53.975,98.
Kebuntuan negosiasi antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang membebani sentimen pasar pada sesi perdagangan kali ini. Kekhawatiran investor meningkat setelah Iran menegaskan belum melakukan negosiasi langsung dengan AS terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur logistik energi yang sangat vital bagi pasokan minyak dunia.
Ketegangan geopolitik tersebut langsung berimbas pada lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah WTI melonjak hingga +5% mendekati kisaran USD 79 per barel, yang di satu sisi memicu penguatan tajam pada saham-saham sektor energi, namun di sisi lain menambah kekhawatiran investor terhadap potensi tekanan inflasi ke depan.
Sikap hati-hati turut mewarnai pergerakan pasar, dengan pelaku pasar cenderung menahan diri sembari menantikan rilis data inflasi penting AS pekan ini, yaitu Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI). Kedua data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve) selanjutnya.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan lebih lanjut dari negosiasi geopolitik AS-Iran serta pergerakan harga minyak dunia, sembari pasar bersiap menyambut rilis data inflasi CPI dan PPI yang akan menjadi acuan penting arah kebijakan moneter The Fed dalam waktu dekat.








