Harga CPO Selasa Naik Mengikuti Kenaikan Harga Minyak Nabati Global

65
sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau CPO untuk kontrak acuan pengiriman Oktober 2026 di Bursa Malaysia Derivatives terpantau melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (11/8/2026). Kontrak acuan tersebut mengalami kenaikan sebesar 21 ringgit atau 0,44 persen dan menembus level RM4.744 per metrik ton pada sesi jeda siang. Penguatan ini menandai reli dua sesi perdagangan berturut-turut di tengah kombinasi sentimen pasokan global dan penguatan pasar minyak nabati pesaing.

Penguatan harga CPO dunia hari ini mendapatkan dorongan kuat dari efek penularan sentimen positif di bursa minyak nabati global. Harga minyak sawit olahan atau palm olein di Dalian Commodity Exchange, Tiongkok, bergerak menguat, sejalan dengan penguatan harga minyak kedelai di bursa Chicago Board of Trade. Pergerakan searah pada komoditas substitusi ini turut mengangkat daya tarik CPO di mata pelaku pasar global, mengingat ketiganya saling bersaing dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia.

Selain sentimen jangka pendek, pasar sawit dunia juga mulai secara aktif memperhitungkan potensi pengetatan pasokan jangka panjang akibat perkembangan fenomena cuaca El Nino. Risiko penurunan hasil panen kelapa sawit di dua produsen utama dunia, yakni Indonesia dan Malaysia, diperkirakan dapat mencapai puncaknya menjelang akhir tahun, sehingga mendorong pelaku pasar mulai mengantisipasi kemungkinan defisit pasokan di masa mendatang. Kekhawatiran atas ancaman iklim ini turut diperkuat oleh data pelacakan kargo yang menunjukkan kinerja pengapalan dan ekspor produk sawit Malaysia untuk periode 1 hingga 10 Agustus mencatatkan pertumbuhan positif berkisar antara 2,6 persen hingga 14,8 persen. Aktivitas restocking secara berkala dari importir besar seperti India menjelang musim festival kuartal ketiga turut menjaga stabilitas permintaan global terhadap komoditas ini.

Dari sisi mata uang, pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar Amerika Serikat turut mendukung sisi harga beli komoditas hari ini. Kondisi ini membuat harga kontrak berjangka CPO yang berbasis ringgit menjadi lebih ekonomis dan menarik bagi para pembeli internasional, sehingga turut menopang minat beli di pasar global. Meski demikian, momentum kenaikan harga CPO sedikit dibatasi oleh melimpahnya stok domestik Malaysia. Data terbaru dari Malaysian Palm Oil Board menunjukkan persediaan kelapa sawit Malaysia untuk bulan Juli naik 3,32 persen menjadi 2,63 juta ton, seiring lonjakan produksi bulanan sebesar 9,41 persen, sehingga menahan laju penguatan harga agar tidak melesat terlalu tajam.

Sejalan dengan penguatan harga di Bursa Malaysia, harga fisik CPO domestik turut mencatatkan kenaikan. Harga CPO di KPBN Inacom tercatat menguat ke posisi Rp15.668 per kilogram dibandingkan perdagangan sebelumnya, mencerminkan optimisme pelaku pasar dalam negeri terhadap prospek harga sawit dunia yang masih berada dalam tren positif.