(Vibiznews – Forex) Mata uang Poundsterling berakhir melemah tipis terhadap dolar AS pada hari Rabu, kehilangan momentum penguatan awal seiring kembalinya permintaan dolar AS sebagai aset safe haven.
Pasangan mata uang GBP/USD ditutup turun tipis 0,09% pada pada 1.3495.
GBP/USD sempat diperdagangkan di sekitar 1,3500 setelah laporan inflasi AS yang dirilis sesuai ekspektasi, menurunkan dolar AS.
Pasangan ini sempat menyentuh level tertinggi di 1,3546, namun menghadapi tekanan jual susulan yang mengikis kenaikan sebelumnya dan tergelincir kembali ke bawah level 1,3500 pada hari Rabu, seiring kembali menguatnya permintaan dolar AS sebagai safe haven di tengah kebuntuan negosiasi AS-Iran.
Siang ini akan dirilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris kuartal II 2026, bersamaan dengan data Indeks Harga Produsen (PPI) AS bulan Juli malam nanti.
Pasar memperkirakan pertumbuhan PDB Inggris kuartal II akan melambat menjadi 0,4%, turun dari 0,6% pada kuartal pertama tahun ini.
Namun secara tahunan, PDB Inggris kuartal II diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, GBP/USD akan mencermati rilis data PDB Inggris kuartal II hari ini serta data PPI AS malam nanti. Jika data PDB Inggris dirilis lebih rendah dari ekspektasi 0,4%, dapat menekan Poundsterling lebih lanjut. Namun jika PDB Inggris dirilis sesuai atau lebih baik dari perkiraan, dapat menopang GBP/USD. Di sisi lain, jika data PPI AS terealisir lebih tinggi dari ekspektasi, akan memperkuat dolar AS dan menekan GBP/USD; namun jika PPI dirilis lebih rendah, dapat melemahkan dolar AS dan mendukung penguatan GBP/USD. GBP/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1,3474-1,3453. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1,3530-1,3565.








