(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup melonjak tajam pada perdagangan hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026, dengan sektor teknologi kembali menjadi motor utama yang mendorong bursa Tokyo mencatatkan performa gemilang, ditopang oleh melandainya inflasi AS dan gairah saham AI serta semikonduktor global.
Indeks Nikkei 225 ditutup menguat 784,53 poin, atau naik 1,16%, dan berakhir di level 68.308,59. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pergerakan indeks terpantau agresif sejak pembukaan. Setelah dibuka di level 68.033,17 dari posisi penutupan sebelumnya di 67.524,06, indeks terus melaju hingga menyentuh level tertinggi harian di 68.799,71, dengan level terendah harian tercatat di 68.006,17. Sejalan dengan penguatan tersebut, indeks Topix yang mencakup pasar lebih luas juga meroket 0,89% ke level 4.176,04, bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi barunya sepanjang sejarah pada sesi perdagangan hari ini.
Penguatan masif bursa Tokyo hari ini ditopang oleh beberapa katalis utama. Pertama, melandainya inflasi AS. Angka Consumer Price Index Amerika Serikat bulan Juli yang melambat menjadi 3,4%, sesuai ekspektasi pasar, sukses meredakan kekhawatiran investor. Data ini mengurangi tekanan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga, sehingga memicu angin segar bagi aset risiko global termasuk bursa Tokyo.
Kedua, gairah saham AI dan semikonduktor. Penguatan masif pada indeks semikonduktor di bursa Wall Street semalam langsung direspons positif oleh investor di Tokyo, yang melakukan aksi buru saham atas emiten-emiten teknologi dan kecerdasan buatan domestik. Saham Toppan Holdings meroket 10,78% dan memimpin penguatan indeks, disusul Murata Manufacturing yang melambung 10,25% berkat pesanan komponen elektronik, Taiyo Yuden yang melaju kencang 6,53%, Sumco produsen wafer silikon semikonduktor yang melonjak 5,46%, serta Advantest di sektor peralatan uji chip yang meningkat 4,02%.
Dengan reli beruntun yang terus berlanjut sejak awal pekan ini, momentum bullish Nikkei 225 tampak semakin solid, seiring optimisme pasar global terhadap prospek belanja infrastruktur AI dan meredanya kekhawatiran terhadap kebijakan moneter The Fed dalam waktu dekat.








