Dolar AS Jumat Turun Tertekan Pelemahan Data Ekonomi AS

100

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS turun pada hari Jumat, mendekati level terendah dua bulan tertekan pelemahan data ekonomi terbaru yang membatasi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Indeks dolar AS bergerak turun 0,41% pada 99,51.

Penjualan Ritel AS secara tak terduga turun pada bulan Juli, mematahkan pandangan mengenai ketahanan kuat konsumen AS, meskipun faktor musiman yang fluktuatif turut memengaruhi data tersebut. Hasil ini dirilis setelah laju inflasi tingkat produsen maupun konsumen melambat pada periode tersebut, yang tampaknya mengurangi urgensi bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam pertemuan bulan September.

Rilis terbaru Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan bulan Agustus AS menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan pasar, yang mengisyaratkan adanya kekhawatiran di kalangan konsumen mengenai prospek ekonomi.

Indeks yang mengukur tingkat kondisi ekonomi saat ini dan masa depan berdasarkan survei terhadap sekitar 500 konsumen—mencatatkan angka aktual sebesar 51,0.

Angka ini jauh di bawah tingkat yang diprediksi sebesar 54,4, yang mengindikasikan bahwa kepercayaan konsumen telah merosot lebih dalam daripada perkiraan para analis.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun tertekn pelemahan data ekonomi, yang memicu sentimen The Fed tidak akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan selanjutnya. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 99,34-99,18. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 99,80-100,10.