Rekomendasi Harian Indeks Kospi 4 September 2026

104
kospi

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang berbalik menguat sementara pada perdagangan hari ini, Jumat, 4 September 2026, naik 0,72% ke level 64.680, berpotensi memutus tren pelemahan yang terjadi selama empat sesi berturut-turut di pekan ini akibat kekhawatiran konflik geopolitik dan lonjakan pasar obligasi.

Sebagai catatan, pada penutupan perdagangan Kamis, 3 September 2026, Nikkei 225 ditutup melemah tipis 0,17% ke level 64.214,48 setelah melalui sesi yang sangat fluktuatif. Indeks sempat dibuka menguat hingga menyentuh level tertinggi harian di 64.724,81 pada awal sesi, namun kembali tertekan sepanjang paruh kedua hingga sempat menyentuh level terendah 63.772,80, sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugian menjelang penutupan. Pelemahan tersebut menjadi kelanjutan dari koreksi tajam 2,85% pada sesi sebelumnya, di tengah tekanan yield obligasi pemerintah Jepang yang bertahan di kisaran 3%, level tertinggi sejak 1996.

Berdasarkan pemantauan pasar hari ini, Indeks Nikkei 225 dibuka menguat 0,27% dan terus melanjutkan penguatannya sepanjang sesi hingga siang ini, didorong oleh kembalinya minat beli investor pada saham-saham berbobot besar di Tokyo.

Penguatan bursa Tokyo hari ini ditopang oleh beberapa katalis utama. Pertama, pelonggaran ekspektasi suku bunga The Fed. Pemicu utama kembalinya minat beli investor di bursa Tokyo adalah penurunan imbal hasil obligasi global. Sentimen positif datang dari pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang mengindikasikan kecenderungan untuk mempertahankan suku bunga pada kisaran target saat ini, sehingga meredakan kecemasan pelaku pasar bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga secara agresif pada bulan ini.

Kedua, sektor teknologi dan raksasa investasi yang memimpin reli. Saham-saham sektor teknologi menjadi motor penggerak utama penguatan indeks setelah tertekan parah pada awal pekan ini. SoftBank Group melesat 5,8% dan Kioxia Holdings meningkat 0,70%, seiring sentimen positif dari industri kecerdasan buatan di bursa global yang kembali mendorong investor domestik memburu saham-saham berbobot besar di Tokyo.

Ketiga, stabilisasi harga minyak mentah. Tekanan dari pasar komoditas energi mulai mendingin setelah harga minyak mentah global seperti Brent sedikit melandai ke kisaran USD 95,52 per barel. Hal ini mengurangi kekhawatiran beban biaya impor energi bagi korporasi Jepang, mengingat awal pekan ini bursa Tokyo sempat anjlok parah hingga 2,85% karena kekhawatiran serangan di fasilitas minyak Iran.

Meski demikian, pergerakan indeks sedikit tertahan dari lonjakan yang lebih tinggi karena investor masih bersikap hati-hati. Pelaku pasar tengah mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan AS Nonfarm Payrolls nanti malam, serta pertemuan kebijakan Bank of Japan pada pertengahan September mendatang untuk menilai potensi kenaikan suku bunga domestik lebih lanjut.

Analisis Teknikal: Support, Resistance, dan Pivot

Mengacu pada pergerakan harga sesi Kamis sebagai basis kalkulasi, dengan level tertinggi 64.724,81, terendah 63.772,80, dan penutupan di 64.214,48, berikut proyeksi teknikal untuk perdagangan hari ini:

Kategori | Level | Kategori | Level
R3 | 66.108 | S1 | 63.630
R2 | 65.394 | S2 | 62.917
R1 | 64.917 | S3 | 62.203
Pivot | 64.204 | |
Buy Avg | 64.400 | Sell Avg | 64.900

Rekomendasi Perdagangan

Analyst Vibiz Research menilai bahwa posisi Indeks Nikkei 225 saat ini di level 64.680 telah bergerak di atas area Pivot Point 64.204, mengonfirmasi bahwa momentum rebound tengah berlangsung setelah tekanan jual empat hari berturut-turut sebelumnya, ditopang oleh sinyal dovish The Fed dan stabilnya harga minyak global. Namun, penguatan yang tercatat masih bersifat sementara dan perlu dicermati hingga penutupan sesi.

Bagi pelaku pasar yang memanfaatkan momentum rebound hari ini, disarankan untuk membatasi target keuntungan jangka pendek di sekitar area Resistance 1 di 64.917, mengingat rebound pasca kejatuhan tajam pekan ini masih rawan aksi ambil untung susulan, terutama menjelang rilis data Nonfarm Payrolls AS malam nanti yang berpotensi mengguncang arah pasar secara signifikan.

Sementara itu, bagi investor yang berencana mengambil posisi beli baru, disarankan untuk tetap berhati-hati dan menunggu konfirmasi hasil data ketenagakerjaan AS serta perkembangan menjelang pertemuan kebijakan Bank of Japan pertengahan September. Entry yang lebih aman dapat dipertimbangkan pada area pullback mendekati Pivot Point di kisaran 64.204, atau area Buy Avg di 64.400, mengingat pasar masih rentan berbalik arah apabila sentimen dari yield obligasi domestik dan spekulasi suku bunga BOJ kembali menguat menjelang penutupan sesi hari ini.