(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik hari Kamis, terbantu pelemahan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik 0,32% pada 1.1626.
Penguatan Euro terjadi setelah komentar bernada dovish dari Gubernur The Fed, Waller, menekan nilai dolar hingga ke level terendah dalam 1,5 minggu.
Dukungan bagi Euro juga datang dari data ekonomi hari Kamis yang menunjukkan harga produsen Zona Euro bulan Juli naik melebihi perkiraan, sebuah faktor yang mendukung kebijakan hawkish ECB.
Indeks Harga Produsen (PPI) Zona Euro bulan Juli naik +1,6% secara bulanan (m/m) dan +5,8% secara tahunan (y/y), angka yang lebih kuat dibandingkan perkiraan sebesar +1,3% (m/m) dan +5,5% (y/y).
Namun, kenaikan Euro tertahan setelah harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi dalam 6 minggu; hal ini berdampak negatif bagi ekonomi Zona Euro dan mata uang euro karena Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.
Pasar memperhitungkan peluang 100% terjadinya kenaikan suku bunga ECB sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 10 September.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak naik jika pelemahan dolar AS berlanjut. Namun jika malam nanti data Non Farm Payrolls Agustus AS terealisir naik, akan menguatkan dolar AS dan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1593-1.1560. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1650-1.1674.








