Indeks Nikkei Jumat Ditutup Menguat; Saham Softbank Meroket

48
nikkei
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup melonjak tajam pada perdagangan hari ini, Jumat, 4 September 2026, berhasil memutus tren pelemahan beruntun selama empat hari sebelumnya, dipicu oleh kombinasi perubahan ekspektasi suku bunga global dan aksi borong balik saham teknologi.

Indeks Nikkei 225 ditutup menguat 806,46 poin, atau melonjak 1,26%, dan berakhir di level 65.020,94. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, indeks bergerak konsisten di zona hijau. Setelah dibuka di level 64.498,94, indeks terus melaju hingga menyentuh level tertinggi harian di 65.182,45, sebelum akhirnya berhasil merebut kembali level psikologis 65.000.

Kebangkitan signifikan bursa saham Tokyo hari ini terutama dipicu oleh peredaan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Aksi beli masif terjadi setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini, menyusul pernyataan Gubernur Christopher Waller yang menyatakan dukungannya untuk menjaga suku bunga tetap tidak berubah apabila tekanan inflasi AS terus mereda. Sinyal dovish ini seketika memicu pemulihan selera risiko di bursa Asia, termasuk Tokyo.

Investor turut memanfaatkan momentum penurunan indeks dalam empat hari terakhir untuk melakukan aksi beli bersih pada saham-saham berharga murah, atau short covering, dengan saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan memimpin reli pasar hari ini. Saham konglomerat teknologi SoftBank Group menjadi bintang utama pasar dengan meroket 11,78%. Lonjakan ini diikuti oleh emiten komponen elektronik seperti Taiyo Yuden yang naik 6,42%, Furukawa Electric yang menguat 6,39%, pengembang perangkat lunak Trend Micro yang naik 6,05%, serta produsen memori Kioxia Holdings yang menguat 5,4%. Produsen alat uji cip Advantest juga ikut menguat 2,51%.

Di sisi lain, pergerakan mata uang dolar AS terhadap yen Jepang bergerak stabil di kisaran 155,25 yen per dolar AS. Stabilitas nilai tukar ini memberikan kejelasan bagi para eksportir raksasa Jepang, setelah beberapa hari sebelumnya didera ketidakpastian pergerakan valuta asing yang fluktuatif, sehingga turut mendukung penguatan bursa Tokyo secara menyeluruh pada penutupan hari ini.