(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan menutup perdagangan dengan penguatan tipis pada hari ini, Jumat, 4 September 2026, meski sempat melewati volatilitas intraday yang sangat ekstrem sepanjang sesi.
Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (Kospi) ditutup menguat 0,26 persen dan berakhir pada level 6.579,48. Indeks sempat melonjak hingga menyentuh level tertinggi harian di 6.682,97 pada sesi pagi, sebelum akhirnya anjlok drastis ke level terendah 6.439,39 di paruh kedua, lalu merangkak naik kembali menjelang bel akhir perdagangan.
Pasar saham Seoul hari ini didorong oleh tarik-menarik sentimen makro global yang sempat memicu reli awal, serta hambatan dari isu kebijakan perdagangan bilateral. KOSPI awalnya dibuka melonjak mengikuti acuan reli Wall Street, setelah kekhawatiran investor atas kenaikan suku bunga AS lebih lanjut mereda menyusul pernyataan dovish dari pejabat Federal Reserve. Pernyataan Gubernur Fed Christopher Waller yang mendukung penahanan suku bunga memberikan angin segar bagi bursa Asia sejak pagi hari.
Kebangkitan awal dipimpin oleh aksi beli bersih raksasa oleh investor asing dan institusi. Dua lokomotif semikonduktor Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix, yang menyusun porsi kapitalisasi pasar sangat besar di KOSPI, masing-masing melonjak 2,2 persen dan 3,2 persen, didorong oleh berlanjutnya permintaan infrastruktur AI global.
Namun, laju reli KOSPI terpangkas hebat di paruh kedua akibat kecemasan kebijakan tarif proteksionisme baru dari AS. Sesi siang tertekan setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan rencana pengenaan tarif terarah pada impor semikonduktor bagi produsen yang tidak membangun fasilitas manufaktur di dalam negeri AS. Kantor Kepresidenan Seoul hari ini mengonfirmasi bahwa negosiasi investasi cip dengan AS sedang berlangsung intensif untuk mencegah hambatan dagang.
Kontras dengan langkah investor institusi dan asing yang memborong saham senilai 2,15 triliun won, investor ritel domestik justru melakukan aksi ambil untung massal dengan mencatatkan jual bersih hingga 3,72 triliun won. Sektor non-teknologi turut menahan laju indeks, seperti produsen baterai LG Energy Solution yang turun 1,92 persen.
Di pasar valuta asing, nilai tukar won menguat signifikan sebesar 8,9 won, ditutup pada level 1.350,4 won per dolar AS. Penguatan valuta lokal ini membantu menstabilkan arus modal keluar di tengah tingginya volatilitas pasar yang masih mewarnai bursa Seoul dalam beberapa hari terakhir.








