Harga CPO Jumat Naik Terbantu Kenaikan Harga Minyak Nabati

50
sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau CPO untuk kontrak patokan November di Bursa Malaysia Derivatives terpantau bergerak menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (4/9/2026), dan berhasil bangkit ke level RM4.990 per metrik ton setelah sempat mengalami koreksi pada sesi perdagangan sebelumnya. Harga CPO menunjukkan ketahanan yang kuat di atas level psikologis RM4.600, seiring dengan mengetatnya pasokan jangka menengah di pasar global.

Kebangkitan harga CPO dunia hari ini mendapat dorongan kuat dari pemulihan harga minyak nabati substitusi di bursa internasional, terutama minyak kedelai. Penguatan harga CPO ke level RM4.990 per metrik ton hari ini secara langsung didukung oleh kenaikan harga minyak nabati tersebut, di tengah risiko El Nino yang masih membayangi produktivitas jangka menengah di kawasan produsen utama. Prospek permintaan jangka panjang kelapa sawit juga terus mendapat pijakan kuat dari kebijakan domestik Indonesia, seiring ekspektasi pasar bahwa permintaan minyak sawit Indonesia untuk bauran biodiesel B50 berpotensi menguat lebih lanjut menyusul berakhirnya periode transisi tiga bulan untuk menghabiskan sisa stok biodiesel B40 pada bulan ini.

Dari sisi kebijakan, langkah pemerintah Indonesia menetapkan Harga Referensi atau HR CPO periode September 2026 sebesar US$1.007,51 per metrik ton turut menjadi lantai pembatas harga pasar. Ketetapan ini membuat total Bea Keluar ekspor berada di level US$148 per metrik ton, yang membatasi ruang peredaran suplai murah di pasar offshore dan menjaga kestabilan harga komoditas sawit di kawasan regional.

Meski demikian, laju reli CPO hari ini sedikit tertahan dari kenaikan yang lebih tinggi akibat kecemasan jangka pendek terkait pasokan fisik di Malaysia. Para analis memproyeksikan stok minyak sawit Malaysia pada akhir Agustus berpotensi melonjak hingga 4 persen secara bulanan menjadi sekitar 2,73 juta ton akibat perlambatan laju ekspor, membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati melakukan aksi beli berlebih menjelang rilis data resmi Malaysian Palm Oil Board.

Berseberangan dengan dinamika bursa berjangka Malaysia yang sempat fluktuatif, pasar fisik dalam negeri justru menunjukkan tren yang solid. Harga CPO pada tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara bergerak menguat ke level Rp16.098 per kilogram, memberikan sinyal positif bagi penentuan harga tandan buah segar kelapa sawit di tingkat petani swadaya pada perdagangan hari ini.