(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Jumat sore ini (4/9), terpantau melemah 27,285 poin (0,41%) ke level 6.640,606 setelah dibuka naik ke level 6.695.695.
IHSG bergerak ditahan profit taking setelah mencapai 15,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat setelah pejabat the Fed menyatakan mendukung bertahannya suku bunga bulan ini, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir kompak menguat cukup signifikan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,11% atau 22 poin ke level Rp 17.633, dengan dollar AS di pasar uang Eropa naik setelah melemah signifikan 2 hari di sesi global sebelumnya, dekat dengan seminggu terendahnya di antara berlanjutnya penguatan yen Jepang serta investor menanti rilis NFP Jumat ini.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.655, serta terpantau rally ke level 15,5 minggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 27,804 poin (0,42%) ke level 6.695.695. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,290 poin (0,35%) ke level 665,350. Siang ini melemah 7,102 poin (0,11%) ke level 6.660,789. Sementara LQ45 terlihat turun 2,180 poin (0,33%) poin ke level 660,880.
IHSG kemudian menambah loss dan ditutup melemah 27,285 poin (0,41%) ke level 6.640,606. Sementara LQ45 terlihat turun 0,79% atau 5,210 poin ke level 657,850. Tercatat saat ini sebanyak 256 saham naik, 363 saham turun dan 172 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau menguat, di antaranya Nikkei yang naik 1,26%, dan Hang Seng yang menanjak 1,74%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertahan profit taking di area resistant, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat setelah pejabat the Fed mendukung bertahannya suku bunga bulan ini, serta mengikuti Wall Street yang berakhir menguat cukup signifikan.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih akan diincar profit taking pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






