IHSG Senin Pagi Menguat Tipis ke Level 6.641; Bursa Asia Dibuka Mixed, the Fed akan Hawkish

175
saham
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (7/9), terpantau menguat terbatas 4,628 poin (0,07%) ke level 6.641,103 setelah dibuka naik ke level 6.652.091.

IHSG bergerak terbatas konsolidasi di bawah area 15,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed oleh rilis NFP yang kuat dan memicu prediksi the Fed mempercepat kenaikan suku bunganya, dan tensi panas geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi oleh kekhawatiran pasar atas the Fed yang akan hawkish.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih mendatar dengan menguat tipis 0,02% atau 3 poin ke level Rp 17.630, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya, menjauhi seminggu terendahnya ditopang oleh bertambahnya tekanan inflasi dari melejitnya harga minyak dunia yang akan mendorong kenaikan suku bunga the Fed segera.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.633, serta terpantau tertahan di rentang konsolidasi 4 hari terakhir.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 15,616 poin (0,24%) ke level 6.652.091. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,430 poin (0,22%) ke level 659,020. Pagi ini menguat 4,628 poin (0,07%) ke level 6.641,103. Sementara LQ45 terlihat turun 0,640 poin (0,10%) poin ke level 656,950.

Tercatat saat ini sebanyak 301 saham naik, 244 saham turun dan 289 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada akhir pekan lalu dalam koreksi setelah data tenaga kerja AS – NFP – dirilis kuat melebihi estimasi sehingga memicu proyeksi the Fed akan mempercepat kenaikan suku bunganya, ditambah terus naiknya harga minyak mentah dunia. Dow Jones berakhir turun 0,51%, S&P 500 melemah 0,38%, serta Nasdaq merosot 0,29%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 2,32%, dan Hang Seng yang turun 0,89%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertahan konsolidasi di bawah area 15,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed oleh prediksi the Fed mempercepat kenaikan suku bunganya, dan tensi geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi oleh the Fed akan hawkish.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan fase konsolidasi sementara, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group